Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Cerita Pilu Korban Banjir di Matangnga, Satu Warga Pingsan dan Hipertensi

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 9 Mei 2023 20:51 WITA 417 tayangan 2 menit baca
Cerita Pilu Korban Banjir di Matangnga, Satu Warga Pingsan dan Hipertensi
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MATANGNGA,- Banjir luapan sungai yang menerjang Kecamatan Matangnga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Senin (08/05) kemarin, menyisakan sejumlah cerita pilu. Selain karena dampak kerusakan dengan kerugian materil mencapai ratusan juta rupiah, seorang warga bernama Adnan (70 tahun) diketahui nyaris meregang nyawa lantaran pingsan saat dikepung banjir. “Dia (Adnan) pingsan saat banjir,” kata sang istri, Kunang kepada wartawan, Selasa (09/05/2023). Diketahui Adnan merupakan warga Kelurahan Matangnga, Kecamatan Matangnga. Saat banjir menerjang, Adnan berada di rumah bersama sang istri Kunang. Menurut Kunang, sesaat sebelum banjir menerjang dirinya sedang memantau kondisi banjir di belakang rumahnya. “Lagi di belakang rumah ka, lagi lihat-lihat barang-barang hanyut terbawa banjir, tapi air belum terlalu tinggi,” ungkapnya. Setelah banjir semakin meninggi, Kunang mengaku langsung melarikan diri. Sedangkan suaminya lari ke atas rumah hingga akhirnya pingsan setelah sebelumnya sempat dikepung banjir. Adnan selamat setelah dievakuasi warga setempat. “Saya langsung lari, saya dibawa anak-anak, bapak (Adnan) sempat pingsan lalu diangkat warga ke tempat aman,” tuturnya. Diakui Kunang, terjangan banjir luapan sungai tidak hanya membuat rumahnya rusak parah, sejumlah harta benda miliknya juga hilang terbawa banjir dengan kerugian yang cukup banyak. “Habis semua isi rumah, barang-barang semua dibawa air, rumah juga rusak, dindingnya banyak yang lepas,” tandasnya. Lain lagi dengan cerita yang dialami pria bernama Halim (55 tahun), warga Desa Rangoang, Kecamatan Matangnga. Hingga saat ini Halim dikabarkan masih menjalani perawatan intensif di RSUD HA Depu Polewali, setelah dikabarkan koma karena tetiba mengalami hipertensi saat banjir terjadi. “Sempat dibawa ke Puskesmas Matangnga untuk diperiksa, tapi karena tidak sadarkan diri setelah beberapa jam akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” ujar salah satu tetangga, Jupri yang dikonfirmasi terpisah. Menurut Jupri, kondisi yang dialami Halim bermula ketika dibangunkan salah satu kerabat karena banjir menerjang rumahnya. Halim diketahui terbangun dalam kondisi kaget sehingga mengakibatkan tekanan darahnya meningkat. “Saat dibangunkan kerabatnya karena banjir dia kaget, pas lari mau pergi mengungsi jatuh dan pingsan, katanya karena tekanan darah tinggi,” pungkas Jupri. Banjir yang menerjang pemukiman warga pada tiga wilayah di Kecamatan Matangnga, terpantau telah surut pada Selasa pagi (09/05). Dibantu petugas gabungan, warga mulai membersihkan sisa lumpur terbawa banjir, yang mengendap di dalam rumah. (thaya)                
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman