Selasa, 11 Juni 2019 08:33 WITA
1,400 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Jembatan gantung yang menghubungkan desa Peburru, Kecamatan Tutar dan Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, ambruk akibat terjangan banjir luapan arus sungai Masunni, yang terjadi pada Sabtu malam kemarin (08/06/19), sekira pukul 22:30 Wita.
Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini, namun ambruknya jembatan sepanjang kurang lebih 100 meter ini dengan lebar 2 meter ini, yang manfaatnya baru dinikmati sejak setahun terakhir tersebut, sontak mengganggu aktifitas warga, khususnya masyarakat Desa Lenggo yang mengandalkan jembatan ini sebagai salah satu akses utama untuk keluar masuk kampung.
[caption id="attachment_6599" align="alignnone" width="821"]

Jembatan gantung yang menghubungkan desa Peburru, Kecamatan Tutar dan Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, sebelum ambruk. Sumber Photo : Facebook[/caption]
Menanggapi ambruknya jembatan, yang menelan anggaran dana desa sekitar 700 juta rupiah tersebut, Bupati Polewali Mandar, Andi Ibrahim Masdar berjanji akan memberikan perhatian agar jembatan secepatnya dapat difungsikan kembali, “ Kita akan lihat dulu di lapangan, kalau memang dana desa tidak sanggup memperbaiki nanti kabupaten yang akan turun tangan “ ujarnya ketika dikonfirmasi di ruang Sekda Kab.Polman, usai memimpin Apel Pelayanan Publik, Senin kemarin (10/06/19).
Salah satu tokoh pemuda Desa Lenggo, Habibi berharap pemerintah cepat memberikan perhatian, karena ambruknya jembatan membuat ratusan warga di daerah ini terancam terisolir , “ Soalnya akses jalan lain yang biasa dilalui warga setempat untuk keluar dari kampung juga tertutup longsor “ ungkap Habibi yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
[caption id="attachment_6600" align="alignnone" width="808"]

Sejumlah aparat kepolisian dari Polsek Tutar, memantau kondisi jembatan jembatan gantung yang menghubungkan desa Peburru, Kecamatan Tutar dan Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, yang ambruk diterjang banjir luapan sungai Masunni.[/caption]
Berdasarkan informasi dari Bhabinkamtimbas Desa Peburru, Bripka Gunawan Marifuddin mengungkapkan, pasca ambruknya jembatan gantung tersebut warga setempat mulai membuat pincara (rakit bambu) yang nantinya akan digunakan untuk menyebrangi sungai agar dapat kembali melanjutkan aktifitas seperti sedia kala, “ Namun warga tetap kami himbau untuk selalu waspada dan berhati-hati apalagi kondisi arus sungai masih cukup deras, termasuk melalukan koordinasi dengan kepala desa karena cuaca yang masih buruk “ katanya melalui pasan singkat.
Desa Leggo merupakan salah satu desa di Kabupaten Polewali Mandar, yang jaraknya cukup jauh dengan infrastruktur yang masih sangat minim, hingga sulit dijangkau warga khususnya saat musim penghujan. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
