BMKG Luruskan Viral Aphelion Penyebab Cuaca Dingin
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 5 Januari 2022 18:08 WITA
476 tayangan
2 menit baca
MAMUJU - Fenomena Aphelion yang dikaitkan dengan cuaca dingin di awal 2022 viral di media sosial. Broadcast dalam bentuk pesan berantai, menyebut cuaca dingin di Indonesia belakangan ini disebabkan fenomena Aphelion. Badan Meteorologi, Klimatlogi dan Geofisika (BMKG) meluruskan informasi pesan berantai tersebut.
Dikutip dari detik.com (04/01/22), BMKG menjelaskan bahwa Aphelion merupakan fenomena astronomis tahunan yang terjadi di kisaran bulan Juli, saat posisi Matahari berada di titik paling jauh dengan Bumi. Namun, tidak lantas berpengaruh signifikan terhadap suhu bumi. Menurut BMKG, Aphelion bukan merupakan penyebab cuaca dingin di awal tahun 2022. Justru yang tengah terjadi fenomena perhelion.
"Aphelion tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu Bumi. Hal itu termasuk pada periode Bumi lebih dekat dengan Matahari (perhelion)," jelas Urip Haryoko, Pelaksana Tugas Deputi Klimatlogi BMKG dalam keterangan di Jakarta, Senin (03/01).
Dijelaskan, saat terjadi Aphelion posisi matahari memang berada di titik terjauh dari Bumi. Namun, tidak lantas berpengaruh banyak pada atmosfer permukaan. "Artinya, cuaca dingin dalam beberapa hari terakhir bukan karena Aphelion. Tapi, karena faktor-faktor lain di luar bumi," jelas Urip.
Penjelasan BMKG tersebut, membantah pesan viral bahwa cuaca dingin di Indonesia belakangan ini terjadi karena jarak Bumi dan Matahari dalam titik terjauh saat periode Aphelion.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Naional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan Aphelion merupakan fenomena saat posisi Bumi. Dikatakan, suhu dingin yang terjadi saat ini disebabkan embusan angin dari bagian selatan Bumi yang sedang terjadi suhu dingin. (*/emd)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.