Blusukan di Pasar Sentral, DIGASKAN Janji Tuntaskan Persoalan Sampah-Perbaiki Tata Kelola Pasar
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 18 Oktober 2024 20:46 WITA
750 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar (Polman) nomor urut empat Dirga Adhi Putra Singkarru - Iskandar Muda Baharuddin Lopa menyoroti tumpukan sampah di pasar Sentral Pekkabata, Kecamatan Polewali. Mereka berjanji menuntaskan persoalan sampah di program 100 hari pertama kerja jika memenangkan Pilkada Polman.
Hal itu disampaikan saat paslon dengan akronim DIGASKAN saat menggelar kampanye dengan cara blusukan ke pasar Sentral Pekkabata, Jumat (18/10). Sambil menutup hidung karena bau aroma sampah yang busuk, kedua paslon melihat tumpukan sampah yang berada di sudut pasar.
Dirga -Iskandar juga sempat berbincang dengan beberapa pedagang yang berjualan didekat lokasi tumpukan sampah untuk mendengar keluh kesah pedagang.
"Setelah melakukan peninjauan, kami sudah diskusi dengan pak Iskandar jika kami terpilih ini akan menjadi program kerja kami selama 100 hari pertama, sampah ini sudah bersih dulu," kata Dirga dalam keterangannya, Jumat (18/10/2024).
Untuk menyelesaikan persoalan sampah di Polman, Dirga mengaku telah berkunjung ke negara Asia seperti Malaysia, Singapura dan Korea Selatan. Tujuannya belajar pengelolaan sampah di negara maju tersebut.
Bahkan, Dirga juga telah mendatangkan ahli sampah dari Korea Selatan pada bulan Juni lalu, untuk melihat pengelolaan sampah di Polman.
"Saya ini jauh-jauh sebelum Pilkada sudah mendatangkan ahli sampah dari korea Selatan menggunalan uang pribadi. Untuk konsepya nanti kami akan menggunakan teknologi yang sudah moderen. Mengenai sistem caranya kita rahasiakan dulu, nanti lihat sendiri kalau kami sudah menjadi Bupati," terang Sarjana S2 lulusan Manchester University Inggris itu.
Selain soal sampah, Dirga Iskandar juga akan melakukan revitalisasi pasar sehingga tata kelola pasar menjadi baik dan rapih. Sehingga nantinya, transaksi jual beli di pasar bisa berjalan dengan baik.
Sementara, calon Wakil Bupati Polman Iskandar Muda Baharuddin Lopa mengungkapkan, akan menata pasar ini dengan konsep moderen sehingga bisa mengakomodir semua jenis pedagang. Penataan yang baik diakui, bisa membuat pedagang dan pengunjung pasar merasa nyaman saat melakukan transaksi jual beli di pasar ini.
Mantan anggota DPD RI dapil Sulbar tiga periode ini telah memiliki konsep untuk mengembangkan pasar tradisional menjadi pasar moderen.
"Nah ini yang akan kita lakukan bagaimana caranya pedagang bisa merasa nyaman saat berbelanja," ungkapnya.
Sebelumnya salah satu pedagang yang enggan menyebut namanya mengatakan, persoalan sampah di Kabupaten Polman sudah lama dan hingga saat ini belum teratasi. Diakui, keberadaan tumpukan sampah di pasar sangat mengganggu aktivitas jual beli, hingga membuat omset pedagang menurut drastis.
"Pembeli sepi karena tidak mau pembeli datang karena jijik dan sangat berbau,"ujarnya.
Hal sama dikeluhkan pedagang sayur bernama Sri Sukma. Dia menaruh harapan besar kepada pasangan Digaskan untuk mengatasi masalah sampah dan membenahi tata kelola pasar.
"Kalau bisa dibenahi, agar pembeli dan pedagang nyaman, tolong juga diperbaiki tempat jualan pedagang disini," pungkas Sri Sukma. (run/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
