BJ Habibie, Pakar Pesawat Terbang, Presiden RI di Awal Era Reformasi
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 22 Oktober 2022 12:48 WITA
620 tayangan
2 menit baca
Sosok Bacharuddin Jusuf Habibie tidak hanya dikenal sebagai Presiden ketiga Republik Indonesia. Jauh sebelumnya, dikenal sebagai ilmuwan Indonesia dan pakar pesawat terbang yang diakui dunia internasional. Sebelum memasuki dunia politik, Habibie dikenal sebagai seorang profesor dan ilmuwan dalam teknologi aviasi internasional dengan beberapa penemuan yang menghasilkan teori penting dalam dunia penerbangan. Habibie merupakan salah satu dari delapan manusia paling jenis di dunia dengan level IQ 200.
Memiliki nama lengkap Prof. Dr. Ing. Ir. H Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo. Ayahnya berasal dari Gorontalo, Sulawesi Utara berprofesi sebagai ahli pertanian, sedangkan ibunya seorang spesialis mata yang berasal dari Yogyakarta. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada 12 Mei 1962 dn dikaruniai dua putra, Ilham Akbar Ahbibie dan Thareq Kemal Habibie.
Habibie dikenal sebagai salah satu manusia jenis abad ini. Masa kecilnya dibesarkan dalam kehidupan yang religius dan mencintai ayat-ayat suci Alquran. Kebiasaannya mendengar ayat Alquran yang dibacakan ayahnya, memberi pengaruh positif pada Habibie kecil,sehingga pada usia tiga tahun sudah lancar membaca Alquran.
Sepulang dari Jerman ke Indonesia, Habibie dioercayakan Presiden Soeharto menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) selama 20 tahun. Dalam kedudukan Habibie memimpin BUMN Industri Strategis Nurtanio, berhasil membuat pesawat terbang yang diberi nama N50 Gatot Kaca dan merupakan pesawat terbang pertama buatan Indonesia.
Habibie masih menjadi Menristek, 14 Maret 1998 dilantik sebagai Wakil Presiden mendampingi Soeharto. Namun, beberapa bulan kemudian terjadi gejolak politik yang berujung lengsernya Soeharto dari jabatan Presiden pada 21 Mei 1998. Orde Baru tumbang setelah Soeharto berkuasa selama 32 tahun. Habibie dilantik menjadi Presiden menggantikan Soeharto, dan merupakan Presiden di awal era reformasi.
Sidang Umum MPR tahun 1999, pertanggung-jawaban Presiden Habibie ditolak MPR karena Timor Timur yang kala itu merupakan provinsi ke-27 lepas dari Indonesia. Timor Timur lepas sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan hasil referendum rakyat Timor Leste yang menginginkan kemerdekaan.
Habibie meninggal dunia 11 September 2019, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, berdampingan dengan pusara istrinya, Ainun Habibie yang meninggal 22 Mei 2010. (emdanial)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.