Minggu, 8 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Berstatus ODP, Warga Parappe Jalani Karantina Mandiri

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 28 Maret 2020 15:07 WITA 938 tayangan 2 menit baca
Berstatus ODP, Warga Parappe Jalani Karantina Mandiri
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

CAMPALAGIAN,- Pemerintah Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, berinisiatif mengkarantina 8 warganya, yang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) , dimulai Jumat kemarin (27/03/20). Karantina dilakukan, untuk memastikan 8 ODP yang baru saja pulang dari Malasyia itu, tidak tertular atau menularkan wabah virus corona.

Untuk sementara waktu, ODP di tempatkan dalam kelas salah satu sekolah di daerah ini, yang disulap menjadi ruang karantina. Sebelum karantina dilakukan, ODP terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Selama proses karantina yang akan dilakukan selama 14 hari, para ODP tidak diperkenankan bepergian.

Kepala Desa Parappe Amirullah mengatakan, pihaknya telah memanggil keluarga ODP, untuk diberi penjelasan terkait langkah penanganan yang ditempuh pemerintah desa, dalam rangka mengantisipasi penularan wabah virus corona, “ Awalnya kita data masyarakat yang datang terus dikoordinasikan dengan pihak keluarga terkait cara penanganan kita, kita siapkan tempat khusus berupa fasilitas sekolah yang dipinjam dari dinas untuk ditempati para ODP “ katanya kepada wartawan, Sabtu (28/03/20)

Diakui Amirullah, tidak semua ODP di desanya langsung bersedia mengikuti proses karantina, “ Sebenarnya ada beberapa orang yang kurang bersedia dikarantina, setelah ada penjelasan dari pihak kepolisian dan kesehatan, pada akhirnya mereka menerima dan bersedia “ tandasnya.

Amirullah mengungkapkan, sedang mempersiapkan ruang karantina tambahan, lantaran masih ada sejumlah warga perantauan dari desanya, yang akan tiba di kampung halaman dalam beberapa hari ke depan.

Terpisah Kapolsek Campalagian, IPTU Sukirno AS menegaskan, keputusan mengkarantina warga diambil setelah mendapat informasi soal perantau dari Malaysia yang pulang ke kampung halaman, “ Akhirnya kita putuskan untuk menyiapkan tempat khusus bagi warga yang pulang dari Malaysia, tujuannya adalah, supaya warga yang datang dari Malaysia apabila mereka membawa wabah penyakit, tidak menular ke warga lain, dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Camplagian, semuanya baik-baik saja, hanya ada satu orang yang suhu badannya cukup tinggi “  ujar Sukirno.

Untuk memastikan proses karantina berjalan lancar, warga bersama petugas berinisiatif melakukan pengawasan, termasuk berswadaya menanggung segala kebutuhan ODP selama menjalani proses karantina, “ Tentunya kami tetap intens melakukan pengawasan dengan cara berpatroli, kemudian dari aparat desa sendiri, termasuk dari pihak kesehatan yang harus rutin melakukan pemeriksaan, untuk 14 hari akan diiosilasi, mudah-mudahan mereka (ODP) terhindar dari namanya virus corona “  pungkas Sukirno.

Berdasarkan pantauan, selama menjalani karantina, para ODP terlihat dalam kondisi baik-baik saja. Silih berganti warga berdatangan, sekedar mengantar makanan, kopi maupun rokok agar para ODP betah menjalani proses karantina.

Demi keamanan bersama, baik warga maupun para ODP tidak diperkenankan melewati batas yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat bersama kepolisian. (Thaya)

Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman