Sabtu, 7 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Bantu Pencarian 3 Korban Kecelakaan di Mamasa, Warga Gelar Ritual

Penulis / Redaksi: admin
Rabu, 5 Mei 2021 18:46 WITA 639 tayangan 2 menit baca
Bantu Pencarian 3 Korban Kecelakaan di Mamasa, Warga Gelar Ritual
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMASA,- Memasuki hari kedua, upaya pencarian tiga korban kecelakaan lalu lintas, yang hilang terseret arus sungai di Kabupaten Mamasa terus dilakukan. Selain mengerahkan Tim SAR Gabungan, yang melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan menyelami sungai ber arus deras, warga juga menggelar ritual aluk todolo, dengan harapan ketiga korban dapat segera ditemukan. Ritual ditandai dengan pemotongan dua ekor ayam, kemudian dimasak bersama beras dalam potongan bambu. Setelah diberi mantra oleh tetua setempat, ayam dan beras yang telah dimasak, dilarung masuk sungai, tempat ketika korban kecelakaan dinyatakan hilang. Salah satu warga setempat, Mallun mengatakan, ritual digelar atas permintaan salah satu keluarga korban, setelah mendapat petunjuk melalui mimpi, “ Kalau ritual yang baru saja diselesaikan, ini memang artinya hadir dalam mimpi kedua orang tua yang hanyut, bahwa silahkan dicarikan hewan sebagai artinya kurban, dengan sesuatu yang ada bulunya, tentunya bulu ayam putih dan merah,” ujar Mallun kepada wartawan di lokasi kecelakaan, yang menjadi tempat pelaksanaan ritual, Rabu siang (05/05/2021). “ Jadi ini yang sudah kita lakukan bersama orang tua, untuk meminta korban yang selama ini kita cari, agar cepat kita temukan, “ sambungnya. Menurut Mallun, ritual seperti ini sering dilakukan warga, yang masih memegang teguh kepercayaan aluk todolo. “ Kalau ritual yang biasa kita lakukan seperti ini, memang sering dilakukan oleh orang tua di sini yang masih yakin dengan agama tertua dengan bahasa aluk todolo. Karena memang aluk todolo dia punya keyakinan bersatu dengan alam, kalau misalnya ada hal seperti ini, tentunya orang tua ini selalu berhubungan dengan Tuhan dalam hal ritual seperti ini, dengan artinya sarana-sarana yang sudah kita saksikan tadi, “ terang Mallun. Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil minibus dengan nomor polisi DD 1348 SC yang ditumpangi sedikitnya 10 warga termasuk sang sopir bernama Muammar (26 tahun), terjun bebas ke jurang sedalam lima puluh meter, di Jalan Poros Mamasa, Kelurahan Messawa, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Selasa (04/05) kemarin. Mobil sempat terbawa arus sungai dan tenggelam di sungai yang berada di dasar jurang. Tujuh penumpang termasuk sang sopir berhasil selamat setelah mendapat pertolongan warga. Tiga penumpang lainnya, masing-masing bernama Kayla (12 tahun), Nayla (20 bulan) dan Nur Indah Sari (30 tahun), dinyatakan hilang akibat terseret derasnya arus sungai. Polisi menduga, kecelakaan akibat kelalaian sang sopir yang mengantuk saat mengemudi. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman