Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Banjir Lumpur Terjang SDK 010 Tinua Mamasa, Proses Belajar Terhenti

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 27 Oktober 2025 18:53 WITA 298 tayangan 2 menit baca
Banjir Lumpur Terjang SDK 010 Tinua Mamasa, Proses Belajar Terhenti
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMASA,- Banjir membawa material lumpur menerjang SDK (sekolah dasar kecil) 010 Tinua Tondon Talodo di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Akibatnya, proses belajar mengajar di sekolah ini menjadi terhenti. "Sekarang tidak ada aktivitas belaajar, karena (gedung sekolah) tidak bisa ditempati anak-anak untuk belajar. Biar meja dan kursi penuh lumpur," ujar kepala lingkungan Marten, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (27/10/2025). Banjir disertai lumpur menerjang SDK 010 Tinua Tondon Talodo, di Desa Bakadisura,  Kecamatan Tabang, Minggu (26/10) kemarin. Banjir terjadi setelah daerah ini diguyur hujan sepanjang hari. "Karena banjir. Minggu kemarin hujan terus, bisa dibilang sepanjang hari hujan terus," ujarnya. Menurut Marten, material lumpur mengendap dalam tiga ruangan di sekolah ini. Dua ruangan berfungsi sebagai kelas dan satu lainnya dimanfaatkan sebagai ruang guru. "Dua ruangan yang disekat untuk siswa kelas sampai sampai enam, satu ruang guru. Lantainya penuh dengan lumpur sampai di halaman, (ketebalan lumpur) kira-kira 10 centimeter, seperti itu," tuturnya. Lebih lanjut Marten mengungkapkan rencana mengalihkan proses belajar mengajar murid di rumah guru untuk sementara waktu. Sebab, proses pembersihan sedimen lumpur dipastikan membutuhkan waktu beberapa hari. "Butuh waktu dua sampai tiga hari untuk proses pembersihan, khusus lumpur saja, kalau cuaca mendukung..Kita upayakan, kalau bisa belajar di rumah salah satu gurunya dulu, yang penting bisa melakukan proses belajar sambil dilakukan pembersihan," terangnya. Marten juga mengungkapkan, banjir disertai lumpur sudah tiga kali menerjang sekolah ini dan belum pernah mendapat perhatian pemerintah. "Sebenarnya sudah 3 kali kejadian, tapi tidak pernah ada repson dari pemerintah," tutupnya. Sementara Kepala Pelaksana BPBD Mamasa Gusti Hermaian mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) telah bergerak menuju lokasi untuk melakukan pendataan. Dia mengakui, sepanjang hari ini pihaknya menerima 11 laporan kejadian dari berbagai wilayah di Mamasa. "TRC sdh ke lapangan untuk assesment, karena sepanjang hari ini kami menerima setidaknya 11 laporan kejadian dari berbagai wilayah di Kabupaten Mamasa," terangnya melalui pesan singkat. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman