Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Banjir di Matangnga juga Tenggelamkan 15 Ha Sawah-Satu Sapi, Kerugian Ratusan Juta

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 9 Mei 2023 16:16 WITA 421 tayangan 2 menit baca
Banjir di Matangnga juga Tenggelamkan 15 Ha Sawah-Satu Sapi, Kerugian Ratusan Juta
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MATANGNGA,- Banjir luapan sungai yang menerjang tiga wilayah di Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah. Selain merusak sejumlah rumah warga, banjir turut menenggelamkan belasan hektar (ha) sawah siap panen dan juga seekor sapi dewasa. “Kalau kita lihat, perkirakan kerugian ratusan juta. Karena yang satu ini (warga) kiosnya hanyut beserta barang jualan itu puluhan juta kerugian baru satu orang,” kata Camat Matangnga, Asmadi kepada wartawan, Selasa (09/05/2023). Banjir menerjang Kecamatan Matangnga,  sekira pukul 16:00 WITA, Senin sore (8/5) kemarin. Ada tiga wilayah terdampak banjir luapan sungai Matangnga. Diantaranya, Desa Rangoan, Desa Katimbang dan Kelurahan Matangnga. Asmadi mengungkapkan, banjir juga menenggelamkan sedikitnya 15 hektar sawah siap panen, yang tersebar pada tiga wilayah. Bahkan seekor sapi dewasa juga mati karena terseret arus banjir. “Sawah sekitar 15 hektar pada tiga desa terendam, padahal sudah siap panen, tapi karena terendam akhirnya padinya tidak bisa diselamatkan. Bahkan ada ternak sapi yang hanyut,” ungkapnya. Menurut Asmadi, terjangan banjir menimbulkan dampak yang cukup besar. Pemerintah kabupaten diharap memberi perhatian, untuk meringankan beban warga terdampak banjir. “Yang jelas kondisi saat ini sungguh sangat memprihatinkan. Kita berharap mudah-mudahan ini yang terakhir dan warga yang terdampak kerusakan berat mendapat perhatian,” tuturnya. Diakui Asmadi, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait dampak yang timbul akibat terjangan banjir. Dari puluhan rumah yang mengalami kerusakan, dia memastikan dua diantaranya diantaranya rusak berat. “Sementara kita data jumlahnya, belum bisa kita laporkan. Yang jelas puluhan rumah, ada dua rumah rusak berat,” tutupnya. Sementara salah satu korban bernama Yunisa (57 tahun) mengatakan, banjir luapan sungai terjadi begitu cepat membuatnya tidak dapat menyelamatkan harta benda. “Tiba-tiba banjir, padahal hujan tidak sampai setengah jam. Air sungai langsung meluap, ketinggiannya sekira satu meter,” tutur Yunisa di tempat terpisah. Sebelum banjir menerjang Yunisa mengaku sedang membersihkan perabot rumah dan barang jualan. Sebab, perabot dan barang jualan tersebut masih kotor akibat terjangan banjir yang juga terjadi, Kamis (04/05) lalu. “Ini banjir sudah yang kedua kalinya dalam seminggu, makanya itu barang-barang yang hilang belum sempat kita amankan karena baru saja dibersihkan. Karena cepat sekali naiknya air sampai satu meter, kita langsung selamatkan diri sedangkan itu barang hanyut setelah tempat jualan roboh, kerugian sekira 50 juta, ” pungkasnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman