Animea Penyebab Sapi Kurban Prabowo di Polman Mendadak Sakit Lalu Disembelih Lebih Awal
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 28 Mei 2025 19:33 WITA
290 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Pemerintah mengumumkan penyebab salah satu sapi kurban Presiden Prabowo di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mendadak sakit hingga terpaksa disembelih lebah awal. Ternyata sapi berjenis Simental dengan berat 1.140 kilogram itu mengalami anemia hingga demam lalu akhirnya ambruk di kandangnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala UPTD Puskeswan Dinas Pertanian dan Pangan Polman, drh Isnaniah Bagenda. Dia menyampaikan itu berdasarkan uji laboratorium sampel organ dalam, darah dan kotoran yang dilakukan Balai Besar Veteriner (BBV) Maros.
“Sapi tersebut mengalami anemia hingga demam pada malam sebelum akhirnya ambruk dan dipotong pagi harinya,” kata Isnaniah kepada wartawan, Rabu (28/05/2025).
Isnaniah juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan sapi yang diberi nama Turbo itu bebas atau negatif dari penyakit antrax, jembrana dan PMK. Sementara hasil uji laboratorium dari dugaan keracunan juga menunjukkan hasil negatif.
“Hasil ujj lab BBVet Maros negatif terhadap penyakit Antraks, PMK, SE dan Jembrana,” ujarnya.
Dia menjelaskan, anemia hemolitik pada sapi terjadi ketika sel darah merah sapi hancur atau mati lebih cepat dari yang seharusnya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi, racun, atau gangguan pada sistem imun sapi. Gejala yang mungkin muncul meliputi pucatnya selaput lendir, ikterus (penumpukan bilirubin), peningkatan denyut jantung, dan pernapasan cepat atau ngos-ngosan.
Pasca sapi tersebut disembeli, Disatanpan Polman telah mendapatkan sapi pengganti yang diberi nama Hulk. Sapi Simental berusia 4,5 tahun ini memiliki bobot 1.125 kilogram.
Sapi ini dibeli Presiden Prabowo seharga Rp 125 juta dari seorang peternak bernama Ahmad di Dusun Layonga, Desa Batulaya Kecamatan Tinambung. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.