AMPK Desak Kemenag Polman Investigasi Kasus Pencabulan di Ponpes Surga Religi
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 15 Juli 2023 08:06 WITA
609 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Aliansi Mahasiswa Peduli Kemanusiaan (AMPK) mendesak Kementerian Agama (Kemenag) Polewali Mandar (Polman) segera membentuk Satgas untuk menginvestigasi kasus pencabulan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Surga Religi di Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Ditengarai masih ada korban dan pelaku lain terlibat dalam kasus pencabulan ini.
“Satgas ini nantinya bertugas menelusuri kemungkinan adanya korban pencabulan lainnya, serta pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini. Apalagi berdasarkan pengakuan tersangka (ZU), ada sedikitnya tujuh korban dari hasrat bejatnya,” kata salah satu aktivis AMPK. Saputra dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (15/07/2023).
Saputra meminta Kemenag Polman cepat bertindak agar kasus pencabulan ini terungkap hingga tuntas. Apalagi berdasarkan hasil penelusuran bersama beberapa organisasi kemanusiaan dan pemerhati anak, indikasi adanya korban lain dan pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini cukup kuat.
“Maka kami mendesak Kemenag Polman untuk membentuk satgas dalam waktu cepat. Apalagi keterangan tersangka ada korban yang masih tinggal di dalam ponpes, indikasi pelaku lainya juga ada kita curigai," ungkap pria yang akrab disapa Oceng itu.
Menurut Oeang, tidak adanya korban lain yang melaporkan kasus pencabulan ini diduga akibat takut dan malu. Keberadaan Satgas diharap dapat mengungkap praktek pencabulan yang telah berlangsung lama di Ponpes Surga Religi yang terletak di Dusun Malla, Desa Tapango, Kecamatan Tapango.
“ini adalah kejahatan yang luar biasa imbasnya pada masa depan para korban,” ujarnya.
Selain itu, Oceng juga meminta pemerintah bersama dinas terkait agar memberikan perlindungan terhadap korban. Termasuk melakukan pemulihan trauma apalagi korban masih di bawah umur.
Oceng menegaskan akan melakukan aksi unjuk rasa dengan melibatkan organisasi kemahasiswaan lain, apabila Kemenag Polman tidak serius dan lamban menangani kasus pencabulan terhadap santri pria, yang telah dilakukan pimpinan ponpes Surga Religi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa organisasi kemahasiswaan lain, apabila kasus ini tidak ditanggapi secara cepat dan serius oleh Kemenag Polman, kami akan melakukan sebuah aksi demonstrasi di kantor Kemenag Polman. Ini juga cara kita untuk menyelamatkan santri lainnya, mengingat kasus ini adalah kasus yang tidak terpuji yang di lakukan oleh oknum yang katanya seorang ahli agama," pungkasnya. (rls/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.