Akses Jalan di Tutar Polman Diterjang Longsor – Warga Jalan Kaki 7 KM untuk Beraktivitas
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 21 Juni 2024 09:43 WITA
1,044 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Akses jalan menghubungkan tiga desa di Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, sulit dilalui warga usai diterjang tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi. Warga yang ingin beraktivitas menuju kota harus berjalan kaki sejauh 7 kilometer (km).
“Hingga saat ini masyarakat masih sangat kesulitan beraktivitas,” kata Kepala Desa Besoangin, Burhanuddin kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (21/6/2024).
Bencana longsor yang melumpuhkan akses jalan itu, terjadi Rabu lalu (12/6). Tiga desa terdampak yaitu, Desa Ratte, Desa Besoangin dan Desa Besoangin Utara.
Diakui Burhanuddin, hingga saat ini masih ada beberapa titik longsor yang sulit dilalui warga.
Titik longsor pertama berada di jalan penghubung Desa Piriang Tapiko menuju Desa Besoangin. Titik kedua berada di jalan penghubung Desa Besoangin Utara menuju Desa Ratte.
“Paling parah dari Desa Piriang Tapiko menuju Desa Besoangin Utara dan Desa Ratte,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, warga kesulitan membersihkan material longsor tersebut karena hanya menggunakan alat seadanya. Apalagi material longsor terdiri dari batang pohon dan bebatuan.
“Warga sudah berupaya bergotong royong agar jalan bisa dilalui kembali. Tetapi tidak maksimal, karena longsoran tersebar pada beberapa titik dan banyak bebatuan bercampur batang pohon,” tutur Burhanuddin.
Lebih lanjut dia mengatakan, warga yang ingin keluar dari kampung menuju kota sebagian besar harus berjalan kaki sejauh 7 kilometer (km), melintasi jalan menuju Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.
Jika biasanya jalur tersebut ditempuh selama 15 menit, kini berubah menjadi 2 jam karena kondisinya juga semakin parah.
“Sekarang semua warga dari tiga desa itu harus lewat Sendana, sekitar 7 kilometer jaraknya. Tapi kondisinya juga sudah semakin parah, lebih banyak yang berjalan kaki. Kalau dulu bisa kita lalui 15 menit, sekarang menjadi dua jam,” terang Burhanuddin.
Burhanuddin berharap pemerintah segera mengirim alat berat, agar material longsor yang menutup akses jalan dapat dibersihkan.
“Tentunya kami sangat berharap ada bantuan alat berat dari pemerintah, karena kalau hanya mengandalkan tenaga manusia proses pembersihan material longsor sulit dilakukan,” pungkasnya. (thaya)
.
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.