7 Pendaki Terjebak di Hutan Taman Nasional Gandang Dewata Mamasa, Sempat Tersesat – Cedera
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 13 Februari 2024 08:46 WITA
842 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Tujuh orang pendaki dilaporkan terjebak di kawasan Hutan Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. 3 diantaranya alami cedera setelah sempat tersesat.
“Info terakhir mereka semua sudah kembali ke jalur pendakian setelah sempat tersesat,” kata Kepala BPBD Mamasa, Gusti Hermiawan kepada detikSulsel, Selasa (13/02/2024).
Kabar terkait keberadaan 7 pendaki yang terjebak di kawasan hutan TNGD diperoleh dari salah satu pendaki bernama Alfian Arif yang berhasil mencapai kampung untuk mencari pertolongan, Senin (12/2).
“Info disampaikan salah satu pendaki yang berhasil kembali. Kabarnya kondisi temannya yang lain sudah tidak mampu melanjutkan perjalanan dan ada 3 orang yang mengalami trouble. Dalam hal ini punya masalah alat gerak kaki dan ada keluhan di perutnya,” ungkap Gusti.
Lebih lanjut Gusti mengatakan, sejumlah pendaki lain dilaporkan sengaja tidak melanjutkan perjalanan untuk menjaga kawannya yang cedera. Tujuh pendaki yang terjebak semuanya pria.
“Yang lain juga sudah mempunyai keterbatasan kemampuan fisik untuk melanjutkan perjalanan, masih ada yang masih sehat namun mereka tinggal untuk menjaga kawan-kawannya yang trouble ini,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Gusti menuturkan para korban memulai pendakian, Senin (05/02). Mereka berhasil mencapai puncak TNGD, Jumat (09/02), kemudian melakukan perkemahan di Pos 7.
“Pada tanggal 10, mereka melanjutkan perjalanan turun dan mengalami tersesat serta bahan makanan terakhir habis di malam hari,” jelasnya.
Dia mengatakan, para korban berhasil kembali ke jalur pendakian dan melanjutkan perjalanan dari Pos 5 menuju Pos 4, pada Senin (12/02) sekitar pukul 10.00 Wita.
“Alfian Arif jalan duluan untuk mencari bantuan karena 7 orang yang lain sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan,” terang Gusti.
Menurut Gusti, Tim BKSDA Resort Mamasa telah berkoordinasi dengan BPBD Mamasa, Basarnas Mamuju, Polres Mamasa, Kodim 1428 Pemerintah Kecamatan dan Desa Tondok Bakaru serta komunitas Pecinta Alam untuk melakukan proses evakuasi korban.
“Tim pertama telah berangkat membawa bahan makanan dan tim kedua akan melakukan evakuasi korban. Estimasi proses evakuasi dua hari,” tutupnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.