5 Kaligrafer Polman Ikuti Penulisan Al-Quran Mushaf Nusantara
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 19 Maret 2025 14:36 WITA
409 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- 5 kaligrafer perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Barat (Sulbar), mengikuti penulisan Al- Quran Mushaf Nusantara. Proses penulisan Al-Quran Mushaf Nusantara yang diikuti 365 kaligrafer dari 30 provinsi ini akan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).
"Penulisan Al-Qur'an Mushaf Nusantara ini akan tercatat di rekor muri, karena penulisannya hanya 10 jam saja," kata ketua tim penerangan agama Islam, dan sistem informasi Kanwil Kemenag Sulbar, M Sahlan kepada wartawan, Rabu (19/03/2025).
Di Sulbar, penulisan Al-Quran Mushaf Nusantara berlangsung di aula Kantor Kemenag Polman. Kelima kaligrafer yang mewakili Kemenag Sulbar berasal dari Kabupaten Polman.
Penulisan digelar serentak pada 30 provinsi, Rabu (19/03). Berlangsung 10 jam, mulai pukul 08.00 Wita - pukul 18.00 Wita.
Menurut Sahlan, lima kaligrafer yang wakili Kemenag Sulbar mendapat tugas menulis surat juz 25. Dia mengungkap, penulisan setiap provinsi memiliki ciri khas tersendiri atau bernuansa nusantara.
"Kalau kita di Kanwil Kemenag Sulbar, ciri khas, terdapat gambar perahu Sandeq, lima kaligrafer ini pesertanya dari Polman semua," terangnya.
Sahlan menyebut hasil tulisan atau naskah yang memiliki ciri khas Sandeq ini nantinya akan dikirim ke Kemenag Pusat.
Dia juga mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan Al-Quran bercorak khas Indonesia serta untuk peringatan Nuzulul Quran.
"Kita berharap kegiatan ini dapat menggerakkan aksara Alquran, para pemuda di Sulbar ini juga terinspirasi untuk mengikutinya," pungkasnya.
Dikutip dari laman republika.co.id, penulisan Mushaf Nusantara merupakan rangkaian peringatan ulang tahun ke-40 Lemka, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama.
Direktur Lemka sekaligus penggagas Mushaf Nusantara Didin Sirojuddin mengungkapkan, Mushaf Nusantara memiliki sejumlah keistimewaan dibanding mushaf lain yang pernah ditulis, seperti Mushaf Istiqlal dan Mushaf Sundawi.
“Mushaf Nusantara ditulis hanya dalam 10 jam oleh 365 kaligrafer, dan serentak dari 30 provinsi di Indonesia. Ini pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia. Penulisan mushaf-mushaf lain butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun seperti Mushaf Istiqlal, dan ditulis hanya oleh beberapa kaligrafer dan iluminator saja,” ujar Didin.
Pada peringatan Nuzulul Quran di Jakarta, Senin malam (17/03), Menteri Agama Nasaruddin Umar juga menorehkan titik pada basmalah. Hal itu menandai soft launching penulisan Mushaf Nusantara. (run/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
