100 Guru Terlatih Diterjunkan Pulihkan Psikologi Anak Korban Gempa di Sulbar
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 24 Februari 2021 16:26 WITA
594 tayangan
2 menit baca
MAJENE,- Sebanyak 100 guru terlatih akan diterjunkan untuk melakukan pemulihan psikologi anak korban gempa, di Kecamatan Ulumanda dan Malunda, Kabupaten Majene. Kegiatan direncanakan berlangsung selama tiga hari, 25-27 Februari 2021.
Sebelumnya, para guru terlatih tersebut telah mengikuti program pendampingan bertajuk Ruang Sahabat Untuk Anak Sulawesi Barat Sehat, Cerdas dan Ceria, “ 100 guru yang terlibat bukan hanya guru SD, ada juga guru TK, guru SMP hingga guru mengaji, “ kata salah satu Master Teacher, Naim Irmayani melalui pesan singkat kepada wartawan Rabu (24/02/2021).
Menurut Naim, sedikitnya 15 Master Teacher dari berbagai latar belakang profesi berbeda, diantaranya Pegawai LPMP, Dosen, Guru, BPBD, Dinas DP3A, Tokoh Agama, Aktivis pemerhati anak, dilibatkan sebagai pendamping dan pemateri kegiatan, “ Dengan berbagai latar keilmuan, diharapkan dapat menyatukan persepsi keilmuan, untuk memberikan pelatihan dan pendampingan tentang dunia anak, “ ungkapnya.
Selanjutnya kata naim, program pendampingan terlaksana atas kerjasama Satuan Istimewa Siaga Pendidikan dan Keluarga Peduli Pendidikan (Sigap Kerlip), bersama Wahana Visi Indonesia, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Barat, Start Fund dan Pemerintah setempat. Program ini berlangsung selama 2 hari, di Gedung LPMP, “ Pada hari pertama, 100 guru yang mengikuti pelatihan serta 15 master teacher, terlebih dahulu melakukan tes rapid antigen, untuk memastikan keamanan dari virus corona. Kegiatan ini sangat menjaga standar protokoler kesehatan dengan tetap menerapkan 3M, Menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, “ bebernya.
100 guru yang telah mengikuti pelatihan, nantinya akan diterjunkan untuk menghadapi sedikitnya 600 anak korban gempa, yang telah dibagi dalam beberapa kelompok, “ Materi yang didapatkan selama pelatihan, nantinya akan diterapkan di lokasi pengungsian, dengan harapan dapat memulihkan psikologi anak korban gempa. Para guru bebas berkreasi sesuai kondisi. Panitia kegiatan juga menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan selama berhadapan langsung dengan anak di lapangan, “ pungkas Naim. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.