Ular Piton 7 Meter Dibunuh usai Telan Anak Sapi Warga di Mamasa
FOTO TANGKAP LAYAR : Sejumlah warga berupaya mengevakusai ular yang telah memangsa anak sapi warga di Desa Ralleanak Utara, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, Kamis (25/09/2025).

Ular Piton 7 Meter Dibunuh usai Telan Anak Sapi Warga di Mamasa

MAMASA,- Viral di media sosial seekor ular piton sepanjang 7 meter dibunuh usai menelan anak sapi warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Ular ditemukan di kawasan hutan tidak jauh dari lokasi anak sapi dikandangkan.

Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, Jumat (26/09), tampak sejumlah pria dewasa berupaya mengangkat dan menggulingkan tubuh ular yang telah mati dan sebagian perutnya terlihat membesar diduga akibat menelan anak sapi.

Tampak pula seorang pria dewasa duduk di atas perut ular yang membesar. Seperti sedang marah, pria itu berulang kali memukul perut ular.

“Perkiraaan sekira tujuh meter panjang ular,” kata Kepala Desa Ralleanak Utara, Dahrul kepada wartawan, Jumat (26/09/2025).

Ular ditemukan warga di kawasan hutan Desa Ralleanak Utara, Kecamatan Aralle, Kamis kemarin (25/09) sekira pukul 08.30 WITA. Pencarian dilakukan setelah seorang warga bernama Naharuddin (45) melaporkan anak sapinya berusia 5 bulan hilang diduga dimangsa ular.

“Kami lakukan pencarian setelah ada anak sapi warga hilang diduga dimakan ular. Diperkirakan usia anak sapi hampir 5 bulan,” ungkap Dahrul.

Lebih lanjut Dahrul mengungkapkan, ular memangsa anak sapi jantan yang dikandangkan pemiliknya di sekitar areal perkebunan warga, Rabu (24/9).

“Sapi dikandangkan di dekat kebun masyarakat, dekat sawah. Memang agak jauh tempatnya, tapi tiap hari ada orangnya,” ujarnya.

Menurut Dahrul, pencarian ular yang telah memangsa sapi dilakukan warga Desa Ralleanak Utara dan Desa Kala’be. Ular ditemukan di tengah semak belukar dalam kondisi susah bergerak.

“Masyarakat gotong royong mencari, para peternak dari desa Kala’be dan desa Ralleanak Utara. Saat ditemukan ular tidak bisa goyang, cuman agak susah ditemukan karena lari masuk ke hutan-hutan tertutup semak belukar,” terangnya.

Dahrul mengatakan, ular langsung dibunuh warga dengan cara diparangi. Warga kesal lantaran keberadaan ular tersebut menjadi hama yang mengancam ternak masyarakat.

“Ular langsung dibunuh, diparangi karena memang masyarakat itu agak jengkel karena menjadi hama bagi kami di sini,” tuturnya.

Diakui Dahrul, sepanjang tahun 2025 sudah ada 2 ekor sapi yang mati ditelan ular. Dia menduga ular turun gunung memangsa ternak karena sulit mencari babi hutan yang mulai alami kepunahan.

“Ini bukan pertama kali, semenjak tahun 2025 sudah 2 kali (ular) telan sapi. Karena memang sempat terjadi kepunahan babi, mati mendadak, sekarang babi hutan itu agak berkurang dan sulit didapatkan jadi kemungkinan besar itu penyebab ular lari ke binatang ternak,” pungkasnya. (thaya)

__Terbit pada
26/09/2025
__Kategori
Peristiwa