Terkait Video Money Politik Kaitkan Paslon ASSAMI, Tim Hukum Sebut Rekayasa – Dibuat Pihak Lain
Tim Hukum Paslon ASSAMI, Aming Sangga. (ist)

Terkait Video Money Politik Kaitkan Paslon ASSAMI, Tim Hukum Sebut Rekayasa – Dibuat Pihak Lain

POLEWALI MANDAR,- Tim Hukum pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Polewali Mandar (Polman) H Samsul Mahmud – Andi Nursami Masdar pastikan video dugaan money politik yang diarahkan ke paslon nomor urut 1 itu merupakan settingan alias rekayasa. Mereka mengaku punya bukti jika video tersebut sengaja dibuat oleh oknum yang memiliki jaringan dengan paslon lain peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kabupaten Polman.

Hal tersebut disampaikan Amin Sangga selaku Tim Hukum Paslon ASSAMI usai melakukan melakukan investigasi dan klarifikasi di lapangan.

“Bukti-buktinya sudah kami dapatkan semua dan akan jadi laporan, termasuk isi chat pesan singkat (WA), dimana ada pihak yang menyuruh agar dibuatkan rekaman video beserta arahan kontennya. Juga mengenai sumber video yang disebar, ternyata berasal dari akun medsos yang patut dicurigai sebagai akun provokasi dan tidak menyukai keberadaan Aji Assul atau H. Samsul Mahmud selama ini sebagai calon Bupati Polman,” kata Amin dalam keterangannya yang diterima wartawan, Jumat (22/11/2024).

Lebih lanjut Amin mengungkapkan, pihaknya telah menemui sejumlah warga yang terekam dalam video. Dia memastikan video tersebut merupakan settingan dan sengaja dibuat untuk menyudutkan paslon ASSAMI menjelang hari pemungutan suara Pilkada serentak, Rabu 27 November 2024 mendatang.

“Kami telah mendatangi lokasi tempat pembuatan rekaman video tersebut. Sempat pula menemui para warga yang menjadi pemeran ditayangan video yang seolah mendapat pembagian uang dalam amplop. Ternyata banyak data dan fakta baru yang kami dapatkan terkait peristiwa tersebut, bahwa video itu ternyata sekedar settingan menjelang pemungutan suara,” jelasnya.

Pengacara dan aktivis hukum itu juga menegaskan,  rekaman video yang dikatakan money politik itu, merupakan sebuah rekayasa. Dia pun mengakui jika pikanya sementara mengikuti perkembangan laporan terkait video yang telah masuk ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Polman.

Menurutnya, pelapor harus bisa mengumpulkan alat bukti yang dapat diukur akurasi kebenarannya. Dia juga menegaskan ada konsekuensi hukum berat jika laporan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Memang Paslon ASSAMI sudah beberapa kali ingin dijegal agar tidak ikut di Pilkada Polman dan masyarakat bisa menilainya sendiri. Saat ini Tim ASSAMI terus bergerak menjalankan strategi pemenangan,” tandasnya.

Dia juga mengimbau kepada semua pihak, agar tetap menjaga suasana menjelang hari pencoblosan.

“Termasuk Media, tidak terkesan provokatif mengaitkan gambar atau foto paslon dengan berita yang belum valid verifikasinya. Agar masyarakat tidak cepat terpengaruh dengan kabar berita yang tidak jelas data, fakta dan peristiwa yang sesungguhnya terjadi,” pungkas Ketua LBH Mitra Madani itu.

Sebelumnya, sejumlah media online memberitakan kabar tentang adanya kegiatan politik uang yang diarahkan kepada salah satu paslon peserta Pilkada 2024 di Polman yang telah dilaporkan ke Bawaslu. Warga tersebut membawa alat bukti berupa tiga potongan video pendek memperlihatkan dugaan money politik yang dikatakan berasal dari paslon ASSAMI. (rls)

 

 

__Terbit pada
22/11/2024
__Kategori
Politik