SMAN 1 Matangnga Kekurangan Guru, Kapolsek Jadi Guru Sukarela
MATANGNGA,- Kisah inspiratif datang dari IPTU Andi Rady anggota kepolisian Polres Polewali Mandar. Sudah dua bulan, pria yang juga menjabat sebagai Kapolsek Persiapan Matangnga ini, mengabdikan diri sebagai guru sukarela di SMA Negeri 1 Matangnga, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar.
Hal tersebut dilakukan Andi Rady, lantaran prihatin kerap mendapati para murid di sekolah tempatnya mengajar, berkeliaran saat jam pelajaran karena ketiadaan guru.
“ Waktu saya tanyakan pada salah seorang staff di sekolah kenapa murid selalu berkeliaran, mereka menjawab karena ketiadaan guru pelajaran karena sekolah kekurangan guru, mendengar jawaban tersebut, saya merasa terpanggil hingga menawarkan diri untuk ikut membantu dengan menjadi guru sukarela “ ungkap IPTU Andi Rady kepada wartawan, yang berkesempatan melihat langsung aktifitasnya mengajar di sekolah, Senin kemarin (21/10/19).
Untuk melaksanakan tugas barunya sebagai guru sukarela, hampir tiap hari Andi Rady harus menempuh perjalanan sejauh 30 kilometer, dari kantornya menuju sekolah tempatnya mengajar.
Perjalanan menuju sekolah pedalaman tersebut, menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam, melewati kawasan pegunungan dengan beberapa ruas jalan yang masih rusak parah, “ Jadwal saya sudah tetap, selesai memberi apel di Polsek dan tidak ada kegiatan lain, pasti saya masuk mengajar “ jelas Andi.

Karena tidak memiliki dasar pendidikan sebagai seorang pengajar, polisi yang gemar olah raga off road ini mengaku sengaja memilih mata pelajaran yang mudah diterangkan kepada para murid, “ Seperti pelajaran IPS dan Sejarah itu tidak susah membawakannya, makanya dua pelajaran itu saja yang saya ajarkan, intinya selain mengajar, selama di kelas saya selalu memotifasi para murid di sekolah ini agar terus aktif ke sekolah dan belajar “ terangnya sembari tertawa.
Tidak mengherankan, kehadirannya di sekolah seolah selalu dinanti para murid yang langsung berkumpul dalam ruangan saat melihat kedatangannya.
“ Kami sangat senang dengan adanya bapak polisi yang meluangkan waktu mengajar di sekolah kami, soalnya selama ini kami kerap tidak belajar karena ketiadaan guru, bahkan terkadang kami tidak belajar selama berhari-hari karena masalah tersebut “ kata salah seorang murid, Andi Isnaeni.

Ungkapan sama juga disampaikan salah seorang guru sukarela Asrul, yang mengaku kehadiran seorang polisi memberikan pelajaran di sekolahnya, memberi dampak yang luar biasa besar bagi para murid, “ Tentunya sangat membantu sekali, karena selain mengisi kekosongan guru mengajar, kehadiran polisi yang ikut serta menjadi pengajar di sekolah kami berpengaruh pada kedisiplinan murid yang semakin meningkat “ ungkapnya.
Sejak didirikan pada tahun 2017 silam, SMA Negeri 1 Matangnga, diketahui telah memiliki murid sebanyak 125 orang. Sekolah ini memiliki 19 orang tenaga pengajar, namun hanya kepala sekolah saja yang berstatus pegawai negeri sipil. Pihak sekolah mengaku telah melaporkan masalah ini ke dinas terkait, yang berjanji untuk memberikan guru tambahan.
Usai memberikan pelajaran di sekolah, aktifitas sang Kapolsek sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat dilanjutkan dengan mengunjungi warga di wilayah tugasnya.

Selain memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga keamanan, tidak lupa sang Kapolsek mengajak seluruh warga untuk berperan aktif memotifasi anak-anak di daerah ini, agar rajin ke sekolah dan terus belajar, agar mampu bersaing dengan anak-anak di perkotaan. (Thaya)







