
Danrem 142/Tatag Apresiasi Inovasi Pompa Hydran tanpa Listrik dan BBM di Polman
POLEWALI MANDAR,- Komandan Korem 142/Tatag Brigjen TNI Deni Rejeki meninjau Pompa Hydran tanpa listrik dan BBM di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Dia berharap inovasi ini bisa terus dikembangkan serta dicontoh untuk atasi kesulitan air bersih saat kemarau.
Meski harus berjalan kaki melewati jalur ekstrim, tidak menyurutkan niat orang nomor satu di Korem 142/Tatag itu, untuk melihat hasil karya manunggal air yang dibuat oleh Kodim 1402/Polman.
“Ini inovasi luar biasa yang bisa dicontoh bagi daerah lain, khususnya yang alami kesulitan air bersih ketika musim kemarau,” kata Brigjen Deni dalam keterangannya yang diterima wartawan, Jumat (05/01/2024).
Untuk diketahui, pompa hydran tanpa listrik dan BBM tersebut merupakan program manunggal air Kodim 1402/Polman yang berada di Kampung Arra, Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi.
Pompa hydran ini mampu mengalirkan air hingga ke tempat setinggi 70 meter dengan jarak 400 meter.
Program Manunggal air adalah perintah pimpinan TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, agar satuan TNI mencari solusi untuk membantu mengatasi kesulitan air bersih bagi masyarakat.
“Salah satunya dengan menggunakan pompa air tanpa menggunakan listrik dan juga BBM terus beroperasi 24 jam,” ujar Brigjen Deni.
Danrem menyampaikan terima kasih atas inovasi yang diprakarsai Dandim 1402/Polman. Inovasinya telah hadirkan air bersih untuk atasi kesulitan warga di wilayah teritorialnya.
“Pak Dandim, Terima kasih atas inovasinya menghadirkan air bersih bagi warga,” tandasnya.
Sementara Kepala Desa Kelapa Dua, Masdar menyampaikan terima kasih atas kunjungan Danrem 141/Tatag di Desanya.
“Terima kasih Jenderal atas kunjungannya, pompa air ini merupakan solusi untuk mengatasi kesulitan air warga sekitar 20 KK (kepala keluarga) ketika musim kemarau kemarin,” ucapnya tersenyum.
Pemerintah desa berencana menjalin kerjasama dengan Kodim 1402/Polman untuk memasang pompa air jenis sama. Demi mengatasi kesulitan air bagi warga khususnya saat musim kemarau. (Zik/thaya)







