SULBAR,- Kepala Dinas Kominfo Sulawesi Barat Safaruddin, mengungkapkan rencana mengundang Menteri Komunikasi dan Informatika ke Sulbar, Johny G Plate.
Menurut Safaruddin, dirinya bersama Wakil Gubernur Sulbar berencana ke Jakarta menemui Menteri Kominfo untuk menyampaikan berbagai persoalan, sekaligus mengundangnya ke Sulbar, “ Rencana saya dan ibu Wakil Gubernur akan ke Jakarta, menghadap ke Menteri Kominfo dan kita berusaha mendatangkan Menteri Kominfo ke Sulbar. Sehingga tujuan kita menjadikan Sulbar sebagai provinsi digital tercapai “ kata Safaruddin, meyakinkan, pada pertemuan Diskominfo Provinsi dan Diskominfo Kabupaten se-Sulbar, Selasa 25 Februari.
Pada pertemuan tersebut, Kadis Kominfo Safaruddin menyinggung kesiapan menjadi wali data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dikatakan, bahwa pihaknya siap mewujudkan hal itu, sehingga tercipta pelayanan satu pintu dan tertib informasi di masing -masing instansi, “ Datanya tersebut disediakan langsung oleh instansi terkait dan hanya boleh dipublikasi oleh Dinas Kominfo selaku wali data yang berwenang “ terang Safaruddin.
Disinggung juga mengenai radio-radio yang ada di setiap kabupaten, Kadis Kominfo mengimbau agar dapat segera ditertibkan, “Saya harap kepada Dinas Kominfo kabupaten se- Sulbar dapat melakukan pendataan peredaran radio-radio yang telah marak di daerah kita, sehingga kita dapat mengetahui lebih dalam potensi kita dibidang komunikasi “, tutur Safaruddin
Ia menambahkan, terdapat 13 permasalahan Pembangunan Daerah yang perlu juga menjadi perhatian bersama, yakni Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih dibawa rata-rata yaitu 65, 10 persen, angka kriminalitas 16,01 persen, belum optimalnya kualitas RB yang masih berada dalam kategori CC, masih rendahnya kondisi mantap jalan provinsi dengan persentase 35,33, elektrifikasi yang masih perlu ditingkatkan dengan persentase 83,88, masih terdapat rumah tidak layak huni sebanyak 90,12 persen, masih adanya desa tertinggal mencapai 30 persen, kualitas lingkungan hidup yang masih rendah 67,79 persen, lambatnya pertumbuhan ekonomi 5,66 persen, masih tingginya angka kemiskinan dengan persentase 10,95 persen, ketimpangan pendapatan yang masih perlu diturunkan sebesar 0,365 persen, tingkat pengangguran terbuka 3,18 persen serta masih rendahnya daya saing daerah sebesar 31 persen. (ADVETORIAL)