Warga Tutup Akses Jalan Menuju TPA di Binuang Karena Cemari Lingkungan
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 2 Januari 2022 18:46 WITA
806 tayangan
2 menit baca
BINUANG,- Akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Desa Amola, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ditutup warga. Selain over kapasitas, penutupan dilakukan warga, karena keberadaan TPA tersebut menimbulkan dampak sosial yang merugikan, diantaranya pencemaran lingkungan hingga masalah kesehatan.
“Masalahnya pertama karena pencemaran, kedua memang lokasi itu sudah penuh, kemudian ketiga, penataannya disitu kurang bagus, akhirnya mengeluarkan bau tidak sedap di lingkungan ini. akhirnya masyarakat protes minta ditutup,”ujar Kepala Desa Paku, Syarifuddin kepada wartawan, Minggu siang (02/01/2022).
Berdasarkan pantuan wartawan, akses jalan yang ditutup warga berada di Desa Paku, Kecamatan Binuang. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Desa Amola. Jalan ditutup menggunakan portal bambu yang diberi spanduk bertuliskan “Selamat Tinggal TPA Binuang”.
Warga juga memasang baliho, menampilkan foto surat pernyataan Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar, Nomor : P.13/BUPATI/660/06/2021, terkait penutupan pernyataan TPA Binuang, pada bulan Desember 2021. Surat pernyataan itu ditandatangani Bupati di atas materai sepuluh ribu pada tanggal 08 Juni 2021 lalu.
Sejak ditutup Sabtu (01/01) kemarin, akses jalan menuju TPA Binuang dijaga warga setempat. Hanya kendaraan umum yang diperbolehkan melintas. Armada pengangkut sampah milik pemerintah Kabupaten Polewali Mandar tidak boleh lewat.
“Menurut masyarakat sudah tidak ada jalan, ditutup ya ditutup. Apalagi sebelumnya warga telah memberikan kesempatan kepada pemerintah Kabupaten, mencari lokasi baru untuk dijadikan tempat pembuangan akhir sampah,”terang Syarifuddin.
Kendati begitu, Syarifuddin menyebut adanya kemungkinan akses jalan menuju TPA dibuka kembali, jika terjadi kesepakatan antara warga dan pemerintah.
“Kecuali kalau memang ada kesepakatan antara pihak Kabupaten dengan masyarakat, apapun kesepakatannya, bisa saja ada perubahan, kalau ada kesepakatan, karena selama ini masyarakat tetap meminta agar TPA ditutup,”pungkasnya.
Imbas penutupan TPA Binuang, menimbulkan tumpukan sampah yang tersebar pada sejumlah tempat strategis di Kabupaten Polewali Mandar.
Seperti yang terlihat di Jalan Raden Subakir, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Setidaknya ada tiga titik tumpukan sampah di jalan menuju terminal Wonomulyo itu.
Warga meminta pemerintah serius menangani persoalan ini. Apalagi, tumpukan sampah tersebut tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengganggu aktivitas warga karena mengambil sebagian badan jalan, hingga menimbulkan bau busuk. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.