Warga Paku Blokade Jalan Tolak TPA Amola Difungsikan, Pemerintah Dinilai Ingkar
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 22 September 2023 14:04 WITA
310 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Puluhan warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, memblokade akses jalan menuju TPA Amola. Warga menolak rencana pemerintah yang ingin kembali memfungsikan TPA tersebut.
Berdasarkan pantauan wartawan, Jumat (22/09), warga baik pria maupun wanita langsung berkumpul di tengah jalan, ketika melihat iring-iringan mobil truk pengangkut sampah hendak masuk ke lokasi TPA.
Warga lalu memblokade jalan dan mengusir sedikitnya 18 mobil truk bermuatan sampah yang dikawal personil polisi Polres Polman.
Truk bermuatan sampah yang dikawal polisi sempat berupaya melalui jalur lain untuk menjangkau lokasi TPA, namun tidak membuahkan hasil. Jalan alternatif yang dipilih juga telah dijaga dan diblokade warga menggunakan batu dan kayu.
Polisi sempat melakukan negosiasi dengan warga namun tidak membuahkan hasil. Warga tetap menolak , hingga akhirnya belasan truk pengangkut sampah yang awalnya akan menuju TPA terpaksa meninggalkan lokasi
"Kami tidak setuju kampung kami dijadikan tempat pembuangan sampah, silahkan cari tempat lain. Sudah bertahun-tahun kami menderita akibat keberadaan TPA," teriak warga kepada petugas, Sumiati.
Salah satu warga bernama Syarif mengungkapkan, aksi penolakan dilakukan lantaran pemerintah dianggap telah melanggar komitmen.
"Yang mendasari ini adalah karena bahasa pemerintah yang dikelola adalah sampah di dalam bukan sampah baru. Kenyataan di lapangan yang dikasih masuk adalah sampah baru. Makanya masyarakat turun karena tidak sesuai apa yang dikatakan pemerintah," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (22/09/2023).
Selain berdampak pada kesehatan, Syarif juga menuturkan jika keberadaan TPA Amola sangat berdampak pada lahan pertanian warga setempat. Pemerintah juga dianggap ingkar janji terkait manfaat yang dapat dinikmati warga dengan TPA tersebut.
"Lahan produktif jadi saran tikus, jarak dari pemukiman sangat dekat dan memang dari awal ini adalah tempat pemrosesan akhir. Banyak hal dijanjikan pemerintah kenyataan masyarakat tidak pernah menikmati hasil yang dijanjikan pemerintah. Seperti pengolahan gas dan pupuk organik yang tidak pernah terealisasi," jelasnya.
Syarif bersama warga lainnya mengaku akan tetap bertahan dan tidak membiarkan TPA Amola kembali difungsikan.
"Kami akan terus bertahan seperti sekarang apapun konsekuensinya," tandasnya meyakinkan
Sementara Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polman, Agusniah Hasan Sulur membantah jika akan ada dampak yang dikhawatirkan masyarakat, jika TPA Amola kembali difungsikan.
"Inikan beberapa hari ini sudah dilakukan bagian daripada sosialisasi dengan melakukan pengujian apakah betul pengelolaan (sampah) ini berdampak kepada masyarakat. Dan ternyata memang tidak ada dampak dan tidak ada lindi, yang dihasilkan adalah kompos dan juga maggot," bebernya.
Dia juga mengaku jika sebelumnya telah melakukan negosiasi dengan warga dan mempersiapkan beberapa hal sebelum TPA difungsikan kembali.
"Kita lakukan negosiasi dan mempersiapkan beberapa hal terkait TPA difungsikan kembali. Bukan pembuangan tetapi tempat pemrosesan sampah yang tidak berdampak langsung terkait apa yang dikhawatirkan masyarakat," pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
