Warga Mirring Polman Jadi Korban Ledakan Tungku Smelter PT ITSS di Morowali, Korban Dikenal Ramah-Suka Membantu
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 26 Desember 2023 19:01 WITA
1,052 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Seorang warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat, bernama Irfan Bukhari (26) turut menjadi korban tewas akibat ledakan Tungku Smelter PT ITSS di Morowali, Sulawesi Tengah. Almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah dan suka membantu sesama.
"Ini anak bagus, baik, sabar juga. Boleh di kata di Silopo ini memang dikenal orang bagus. Apalagi dia suka membantu," kata keluarga korban, Jamaluddin kepada wartawan, Selasa (26/12/2023).
Diketahui, almarhum Irfan merupakan warga Dusun Silopo, Desa Mirring, Kecamatan Binuang. Dia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Bukhari dan Nawiah.
Irfan meninggal dunia setelah sempat jalani perawatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (25/12) sekitar pukul 16.45 Wita. Irfan menderita luka bakar di sekujur tubuhnya.
Jenazah almarhum Irfan tiba di kampung halamannya di Dusun Silopo, Desa Mirring, Selasa (26/12), sekitar pukul 08.00 Wita. Duka mendalam mengiringi proses pemakaman jenazah almarhum di TPU Silopo, Desa Mirring.
Jamaluddin mengungkapkan jika Irfan sudah lebih setahun bekerja di Morowali. Dia merantau ke Morowali bersama sejumlah pemuda di desanya.
"Sudah lebih setahun kerja di sana. Memang anak-anak di sini banyak kerja di Morowali, tapi terpisah-pisah tempatnya," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kepergian Irfan membuat keluarga merasa sangat terpukul. Apalagi Irfan merupakan salah satu tulang punggung dalam keluarganya.
"Memang kita sangat terpukul, apalagi dia memang salah satu tulang punggung keluarganya. Bapaknya tidak bekerja karena lagi sakit," ungkap Jamaluddin.
Jamaluddin mengaku mengetahui musibah yang menimpa almarhum Irfan dari video yang beredar di media sosial. Dia menyebut jika bulan November lalu Irfan masih sempat pulang kampung.
"Kita tau dari video, setelah dicek ternyata betul dia (Irfan) juga menjadi salah satu korban. Bulan lalu dia masih sempat pulang kampung, ada sekitar seminggu di sini," tuturnya.
Meski pasrah atas musibah yang menimpa Irfan, pihak perusahaan diharap memberikan perhatian untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
"Kalau bagi kita dari keluarga, mudah-mudahan ada bantuan dari sana, perusahaan tempat bekerja yang kita inginkan. Walaupun macam mana karena lagi bekerja," pungkas Jamaluddin. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
