Warga Keluhkan TPA Sampah Salubue di Mamasa
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 28 Februari 2023 16:46 WITA
602 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Salubue di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dikeluhkan warga. Selain pengelolaannya dianggap tidak professional karena kerap membiarkan sampah berserakan dan menumpuk di jalan, limbah TPA juga dianggap mencemari lahan pertanian.
“Masyarakat sangat mengeluhkan pengelolaan sampah yang berserakan sampai ke badan jalan,”kata salah satu warga, Ipe kepada wartawan, Selasa (28/02/2023).
TPA Sabulue berada di Desa Rantepuang, Kecamatan Sesenapadang. TPA yang berjarak sekira 100 meter dari pemukiman ini, sudah berulang kali ditutup warga lalu dibuka kembali pemerintah setempat.
“Sudah beberapa kali warga menutup TPA tersebut, karena sampah kerap menumpuk di jalan hingga mengganggu warga,”ungkap Ipe.
Keluhan akan keberadaan TPA Sampah ini juga diungkapkan warga lain, Rumpa. Menurutnya, limbah TPA tidak hanya menimbulkan bau busuk menyengat, tetapi juga mencemari lahan pertanian warga di sekitar lokasi TPA.
"Selain mengganggu pengguna jalan karena kerap berserakan di jalan dan menimbulkan bau busuk, sampah juga mencemari lahan pertanian warga,"ujar Rumpa.
Salah satu anggota DPRD Mamasa, Junaedi juga angkat bicara menanggapi keberadaan TPA Salubue yang dikeluhkan warga. Junaedi mengaku setuju jika TPA tersebut ditutup.
"TPA itu memang sudah tidak layak untuk dibuka, jadi baiknya jika ditutup saja oleh warga,"tutur Junaedi yang dikonfirmasi terpisah.
Junaedi mengakui jika keberadaan TPA tersebut memang sangat mencemari lingkungan. Dirinya menyebut peraturan terkait TPA di Mamasa masih digodok pihak DPRD.
"Peraturan untuk TPA sendiri masi digodok di DPRD, belum disahkan,"pungkasnya. (adi/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.