Viral Ibu Desa di Polman Cekcok dengan Warga gegara Bantuan
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 4 Juni 2026 13:27 WITA
359 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR ,- Seorang istri kepala desa bernama Irmayanti di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terlibat cekcok dengan warganya gegara persoalan bantuan. Warga tersebut tidak terima karena haknya untuk menerima bantuan secara sepihak dialihkan kepada orang lain.
“Jadi permasalahan di kantor desa ini terkait adanya turun bantuan..beras dan minyak goreng yang disalurkan oleh Bulog dari Badan Pangan Nasional untuk masyarakat miskin, saya merasa kaget dan heran setelah melihat video viral yang ada di desa rea, setelah mempelajari video itu kami anggap apa yang dilakukan di desa rea itu tidak betul,” kata Camat Binuang Andi Saggap Rahim kepada wartawan, Kamis (04/06/2026).
Keributan yang terekam kamera dan viral di media sosial itu berlangsung di Kantor Desa Rea, Kecamatan Binuang, Selasa kemarin (02/06). Warga yang melayangkan protes merupakan pasangan suami istri bernama Nurlina dan Naharuddin.
Menurut Saggap, pihaknya telah melakukan croscek kepada Kepala Desa Rea Zaifullah terkait keributan itu. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pemerintah desa sengaja tidak menyerahkan undangan kepada Naharuddin yang tercatat sebagai calon penerima bantuan karena dianggap sudah tidak layak menerima.
“Setelah kami melakukan kroscek di lapangan, ditemukan bahwa pak desa (rea) tidak memberikan undangan kepada saudara Naharuddin (calon penerima bantuan) dengan alasan mau melakukan penggantian dengan melihat kondisi rumah yang ada sekarang ini,” ungkapnya.
Meski membenarkan jika rumah warga tesebut sudah bagus berkat bantuan bedah rumah dari pemerintah, Saggap menyebut Naharuddin tetap berhak menerima bantuan karena datanya masuk dalam Desil 3.
“Kalau kita melihat kondisi rumah saudara Naharuddin yang penerima manfaat, memang rumahnya pernah kena rehab pemerintah sehingga kondisinya rumahnya sudah bagus. Tapi Naharuddin ini berdasarkan data masuk dalam desil tiga sehingga sangat berhak mendapatkan bantuan itu,” jelasnya.
Saggap juga mengungkap Kepala Desa Rea Zaifullah melakukan kekeliruan karena secara sepihak memutuskan pengalihan bantuan untuk warganya. Diakui, proses pengalihan bantuan tersebut harus mengikuti petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jadi selaku pemerintah kecamatan memberikan teguran sebagai atasan, kiranya (pemerintah desa) dapat melaksanakan amanah yang ada dan memberikan haknya Naharuddin dan tidak mengulangi perbuatan-perbuatan seperti ini, karena (penggantian nama penerima) harus mengikuti juknis yang ditetapkan badan pangan nasional,” bebernya.
Saggap mengaku telah memberikan teguran kepada Irmayanti agar tidak mengulangi perbuatannya. Dia menyesalkan tindakan Irmayanti yang dianggap terlalu jauh mengurusi persoalan bantuan di desa.
“Yang kami sesalkan kenapa ibu desa lebih memahami persoalan daripada staf yang ada yang ditugaskan dalam hal itu (penyaluran bantuan). Sudah kami tegur secara lisan dan tertulis supaya ibu desa tidak berbuat seperti itu lagi,” pungkasnya.
Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, tampak dua orang wanita terlibat adu mulut di dalam ruangan kantor desa.
Seorang wanita yang berbaju merah yang diduga istri kepala desa terlihat mencoba memberikan penjelasan perihal mekanisme dan syarat warga untuk menerima bantuan. Namun penjelasan tersebut mendapat protes dari seorang warga karena tidak terima bantuan untuknya telah dialihkan untuk orang lain.
Terlihat juga seorang pria berusaha meredam ketegangan melibatkan kedua wanita tersebut.
“Persoalan data betul, dari pemerintah datanya beliau, tapi ada kebijakan kepala desa untuk menggantikan karena sisi ekonomi..jabatan kepada desa dipertaruhkan demi menggantikan,” ujar wanita dalam video diduga ibu desa. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
