Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tutar, berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Polewali Mandar, pada hari Senin (17/12/18), menuntut perbaikan infrastruktur ke daerah mereka.[/caption]
Koordinator aksi, Anas menyampaikan bahwa sampai saat ini Kec.Tutar masih sangat tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jalan, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut diakui berdampak langsung pada tingkat pendidikan dan ekonomi warga. “ disini kami datang, ingin menuntut pemerataan pembangunan dari pemerintah kabupaten polman, kami masih bagian dari polewali mandar, bagian dari Indonesia, kami juga berhak merasakan kemerdekaan, yang selama ini hanya diberikan pemerintah pada masyarakat perkotaan saja “ ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Andi Parial Patajangi yang menemui mahasiswa untuk menerima aspirasi mereka, justru tidak mendapat respon dari mahasiswa, yang memilih meninggalkan tempat aksi.
Sedikitnya ada empat poin desakan aliansi mahasiswa ini kepada Pemerintah Kabupaten Polman, diantaranya : percepatan pembangunan infrastruktur jalan ke seluruh daerah tertinggal termasuk Kec. Tutar, kedua pembangunan fasilitas kesehatan dan menambah tenaga medis yang dapat tinggal di Kec. Tutar, kegiga membenahi sekolah dan menambah tenaga pengajar yang aktif dan yang keempat menuntut pemerintah menjaga ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga kebutuhan pokok di Kec.Tutar yang sangat mahal, lantaran buruknya akses jalan untuk memobilisasi bahan pokok ke daerah tersebut. (Thaya) Tuntut Perbaikan Infrastruktur, Mahasiswa di Polewali Demo Kantor Bupati
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 17 Desember 2018 18:42 WITA
833 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Kecamatan Tubbi Taramanu, berunjuk rasa di Kantor Bupati Polewali Mandar, Senin (17/12/18), menuntut perbaikan infrastruktur jalan, kesehatan dan pendidikan di kampung halaman mereka, Kecamatan Tutar.
“ kedatangan kami kesini untuk menangih janji pemerintah, lantaran sampai saait ini, infrastruktur di Kecamatan Tutar masih sangat tertinggal, pembangunan di kampung kami seperti dianak tirikan oleh pemerintah, dan kami belum merasakkan kemerdekaan seperti daerah lainnya“ ungkap salah seorang mahasiswa, Irfan dalam orasinya.
Aksi ini sempat memicu terjadinya ketegangan, saat mahasiswa memaksa masuk ke dalam Kantor Bupati Polman, namun dihalau Satpol PP dan anggota Polres Polman yang melakukan pengamanan.
[caption id="attachment_4245" align="aligncenter" width="389"]
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tutar, berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Polewali Mandar, pada hari Senin (17/12/18), menuntut perbaikan infrastruktur ke daerah mereka.[/caption]
Koordinator aksi, Anas menyampaikan bahwa sampai saat ini Kec.Tutar masih sangat tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jalan, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut diakui berdampak langsung pada tingkat pendidikan dan ekonomi warga. “ disini kami datang, ingin menuntut pemerataan pembangunan dari pemerintah kabupaten polman, kami masih bagian dari polewali mandar, bagian dari Indonesia, kami juga berhak merasakan kemerdekaan, yang selama ini hanya diberikan pemerintah pada masyarakat perkotaan saja “ ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Andi Parial Patajangi yang menemui mahasiswa untuk menerima aspirasi mereka, justru tidak mendapat respon dari mahasiswa, yang memilih meninggalkan tempat aksi.
Sedikitnya ada empat poin desakan aliansi mahasiswa ini kepada Pemerintah Kabupaten Polman, diantaranya : percepatan pembangunan infrastruktur jalan ke seluruh daerah tertinggal termasuk Kec. Tutar, kedua pembangunan fasilitas kesehatan dan menambah tenaga medis yang dapat tinggal di Kec. Tutar, kegiga membenahi sekolah dan menambah tenaga pengajar yang aktif dan yang keempat menuntut pemerintah menjaga ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga kebutuhan pokok di Kec.Tutar yang sangat mahal, lantaran buruknya akses jalan untuk memobilisasi bahan pokok ke daerah tersebut. (Thaya)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tutar, berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Polewali Mandar, pada hari Senin (17/12/18), menuntut perbaikan infrastruktur ke daerah mereka.[/caption]
Koordinator aksi, Anas menyampaikan bahwa sampai saat ini Kec.Tutar masih sangat tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jalan, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut diakui berdampak langsung pada tingkat pendidikan dan ekonomi warga. “ disini kami datang, ingin menuntut pemerataan pembangunan dari pemerintah kabupaten polman, kami masih bagian dari polewali mandar, bagian dari Indonesia, kami juga berhak merasakan kemerdekaan, yang selama ini hanya diberikan pemerintah pada masyarakat perkotaan saja “ ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Sekretaris Daerah Kabupaten Polewali Mandar, Andi Parial Patajangi yang menemui mahasiswa untuk menerima aspirasi mereka, justru tidak mendapat respon dari mahasiswa, yang memilih meninggalkan tempat aksi.
Sedikitnya ada empat poin desakan aliansi mahasiswa ini kepada Pemerintah Kabupaten Polman, diantaranya : percepatan pembangunan infrastruktur jalan ke seluruh daerah tertinggal termasuk Kec. Tutar, kedua pembangunan fasilitas kesehatan dan menambah tenaga medis yang dapat tinggal di Kec. Tutar, kegiga membenahi sekolah dan menambah tenaga pengajar yang aktif dan yang keempat menuntut pemerintah menjaga ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga kebutuhan pokok di Kec.Tutar yang sangat mahal, lantaran buruknya akses jalan untuk memobilisasi bahan pokok ke daerah tersebut. (Thaya) admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.