Tim Kemensos Kunjungi Lansia Rawat Anak Lumpuh-Hydrocephalus di Mamasa
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 21 Juli 2024 15:52 WITA
1,020 tayangan
3 menit baca
MAMASA,- Tim Kementerian Sosial (Kemensos) mengunjungi lansia bernama Piter Sapu (54) yang hidup memprihatinkan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tim melakukan assessment untuk mengetahui beberapa poin kebutuhan Piter yang berjuang sendiri merawat Seprianto (24), anaknya yang derita kelumpuhan dan hydrocephalus.
Tim yang melakukan assessment berasal dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementrian Sosial, Syamsuddin bersama perwakilan Sentra Nipotewe Palu, Sulawesi Tenggara, Sitti Maria.
"Pertama kalau kita lihat kondisinya itu masalah rumah, dimana ada syarat ketentuannya yakni perlu adanya hibah lahan untuk pembangunan jangan sampai setelah dibangun ada yang tidak setuju sehingga bantuan tidak tepat sasaran, " kata Syamsuddin kepada wartawan, Minggu (21/072024).
Tim mengunjungi Piter Sapu di rumahnya, di Desa Mesakada, Kecamatan Tanduk Kalua, Minggu (21/07). Kunjungan tersebut dilakukan setelah kisah Piter yang berjuang sendiri merawat Sepriato viral usai diberitakan media.
"Hingga kami diperintah langsung dari Ibu Menteri melakukan assessment untuk mengetahui kebutuhan dari bapak Piter dan anaknya," ungkap Syamsuddin.
Selain itu, Tim juga akan memberikan bantuan untuk pemenuhan hidup sehari-hari Piter bersama Seprianto, termasuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka.
"Kita akan berikan bantuan alat gerak bagi Seprianto, tetapi kami perlu komunikasi kepada pihak medis apakah cocok memakai kursi roda karena kondisi leher anak ini tidak mampu menopang kepala yang semakin membesar,“ ujar Syamsuddin.
Lebih lanjut Syamsuddin mengungkapkan, pihaknya akan memberikan bantuan kewirausahaan agar Piter memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
"Kemudian bantuan kewirausahaan buat pak Piter agar dapat menjadi penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan setiap hari sambil tetap merawat anaknya Seprianto," terangnya.
Dia menambahkan, hasil assessment yang dilakukan akan segera disampaikan ke Kementerian Sosial untuk segera ditindaklanjuti, sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Sementara perwakilan dari Sentra Nipotewe Palu, Sulawesi Tenggara, Sitti Maria, mengungkapkan jika dirinya mendapat arahan untuk memberikan bantuan kepada Piter dan Seprianto sesuai kebutuhan.
“Sesuai arahan dari ibu Menteri Sosial Tri Rismaharini, bahwa assessment kepada pak Piter dan anaknya Seprianto untuk mendapatkan kebutuhan atensif sesuai peruntukannya," jelasnya.
Maria mengatakan, Piter Sapu masuk dalam atensi sebagai lansia dan anaknya Seprianto untuk kebutuhan atensi disabilitas.
"Pak Piter masuk atensi lansia dan anaknya masuk kebutuhan atensi disabilitas," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Lansia bernama Piter Sapu (57) harus menjalani hidup dalam kondisi memprihatinkan bersama anaknya Seprianto (24) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sehari-hari keduanya tinggal dalam gubuk berukuran 3 x 4 meter.
Diketahui, Seprianto mengalami kelumpuhan dan menderita hydrocephalus sejak dilahirkan. Kondisi Seprianto belum pernah mendapat perawatan medis akibat ketiadaan biaya.
"Sejak lahir seperti ini kondisinya. Belum pernah dibawa berobat karena memang tidak ada uang untuk itu (berobat)," ungkap Piter kepada wartawan yang berkunjung ke rumahnya, Senin (15/07). (saldy/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.