Tim Gabungan 8 Jam Berjibaku Padamkan Karhutla di Sumare Mamuju
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 14 Juni 2026 18:05 WITA
129 tayangan
2 menit baca
MAMUJU, – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan hutan di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Kebakaran diduga dipicu oleh musim kemarau panjang yang menyebabkan vegetasi hutan mengering dan mudah terbakar.
Kebakaran karhutla yang menghanguskan beberapa hektar lahan ini terjadi di Dusun Lambagu, Desa Sumare, Kamis (28/05). Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah warga melaporkan munculnya titik api yang semakin membesar di kawasan belakang permukiman.
“Merespons laporan itu, Tim 2 Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Sulawesi Barat langsung menuju lokasi sebagai bentuk pelayanan cepat kepada masyarakat,” Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Provinsi Sulbar, Andi Juandi dalam keterangannya, Jumat (29/05/2026).
Sesampainya di lokasi, petugas segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tim gabungan untuk melakukan pemadaman. Proses penanganan terkendala medan yang sulit karena titik api berada sekitar satu kilometer dari akses kendaraan sehingga hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Setelah berjibaku selama kurang lebih delapan jam, tim gabungan akhirnya berhasil melokalisasi dan memadamkan api pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 02.00 WITA.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah memastikan kondisi aman, seluruh personel kembali ke posko masing-masing,” ungkap Juandi.
Agar kejadian serupa tidak terulang kembali, Juandi mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah musim kemarau.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Apabila menemukan tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada pihak yang berwenang agar dapat segera ditangani," tegasnya.
Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Provinsi Sulawesi Barat, Aksan Amrullah, mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di lingkungan masing-masing.
Aksan menegaskan bahwa kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama di wilayah yang rawan kekeringan.
“Melalui peristiwa ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan lain yang berpotensi memicu kebakaran, sehingga kerusakan lingkungan, kerugian material, dan dampak terhadap ekosistem hutan dapat diminimalkan,” pungkasnya. (Rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
