Tertular Bakteri Brucellosis, 12 Sapi di Polman Tidak Layak Kurban
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 16 Juli 2021 17:11 WITA
780 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Polewali Mandar, menemukan sedikitnya 12 ekor sapi calon kurban yang tertular bakteri brucellosis. Rencananya, 12 ekor sapi calon kurban itu akan dikirim ke luar daerah.
Hal itu disampaikan Kepala UPTD Puskeswan Mapilli, drh Isnaniah Bagenda, saat melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo.
“ Dari hasil pemantauan dan pemeriksaan fisik dan juga secara laboratorium, kami menemukan ada kurang lebih 12 ekor sapi dari yang sudah diambil sampelnya, positif terinfeksi brucellosis, dari hasil laboratorium kami, dan dinyatakan tidak boleh diantar ke luar daerah atau pulau, “ ungkap Isnaniah kepada wartawan, Jumat siang (16/07/2021).
“ Sapi yang terinfeksi penyakit tersebut, dianggap tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban, " sambung Isnaniah.
Menurut dia, sapi yang telah diambil sampelnya berasal dari sejumlah tempat di daerah ini. Kendati secara fisik sapi tersebut tampak sehat, namun setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, tidak sedikit sapi yang dinyatakan terinfeksi penyakit, dan tidak layak dikurbankan.
“ Jadi sekian sampel itu itu berasal dari Desa Alu, Tutar, dari Bulo juga ada. Ada yang terinfeksi Brucellosis, meski dari fisik bobot tubuhnya menunjukkan layak dikurbankan, tapi dari hasil pemeriksaan darah, terinfeksi brucellosis, sehingga kami tidak berikan surat keterangan, sebagai hewan untuk boleh melintas ke luar daerah, “ terang Isnaniah.
Kendati menegaskan sapi yang terinfeksi tidak boleh dijadikan hewan kurban, Isnaniah mengaku sapi tersebut tetap dapat dimanfaatkan untuk pemotongan biasa dengan catatan diafkir.
“ Untuk kurban sama sekali tidak boleh, sama sekali tidak boleh ada yang positif brucellosis untuk dikurbankan. Kecuali untuk pemotongan di luar korban, dengan catatan bagian tertentu diafkir, seperti bagian jeroan dan lainnya, “ tandasnya.
Selain memaparkan hasil pemeriksaan ternak calon kurban yang akan dikirim keluar daerah, pada kesempatan sama, Isnaniah juga mengungkapkan hasil pemeriksaan ternak calon kurban di dalam daerah.
“ Jadi terima kasih, untuk pemantauan dari Dinas Pertanian dan Pangan, seperti biasa kami menyebar di semua kecamatan, pada 16 kecamatan. Memang sampai hari ketiga data belum terkumpul sepenuhnya, namun sampai sejauh ini semua (ternak) yang terperiksa memenuhi syarat sebagai hewan kurban,” pungkasnya. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.