Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Tentang Yus Yunus Korban Pengeroyokan di Papua, Pria Pendiam dan Sayang Keluarga

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 27 Februari 2020 16:49 WITA 2,717 tayangan 3 menit baca
Tentang Yus Yunus Korban Pengeroyokan di Papua, Pria Pendiam dan Sayang Keluarga
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

WONOMULYO,- Nama Yus Yunus (25 Tahun), pria asal Dusun Taramanu, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, menjadi perhatian publik.

Betapa tidak, anak keenam dari dua belas bersaudara, pasangan Nonni dan Alm.Rahman Yusuf, meregang nyawa, dihakimi sekelompok massa, saat berada di Kabupaten Dogiyai Papua, Minggu (23/02/20).

Aksi main hakim sendiri ini dilakukan warga, setelah Yus Yunus yang kala itu mengemudikan mobil truk, dituding menabrak seekor babi dan warga setempat hingga tewas.

Video penganiayaan yang dialami Yus Yunus hingga membuatnya meregang nyawa, beredar luas di media sosial. Video tersebut memantik amarah dan kecaman, terlebih lagi dalam video terlihat sejumlah oknum bersenjata laras panjang yang diduga polisi, tampak tidak berdaya melindungi Yus Yunus dari sasaran amuk massa.

Pasca kejadian, jenazah Almarhum Yus Yunus yang pada tanggal 29 April mendatang, akan berulang tahun diusia ke 26, langsung dipulangkan ke kampung halamannya, dan telah dimakamkan di taman pemakaman islam, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Senin malam (24/02/20).

Kepergian Yus Yunus yang sempat berencana pulang ke kampung halaman untuk berziarah ke makam sang ayahanda, menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Apalagi Yus Yunus merupakan sosok pendiam yang dikenal peduli dan penyayang, “ Dia itu orangnya pendiam, hampir tidak pernah dia cerita kalau ada masalah, meski begitu, dia salah satu anak yang sangat peduli dan sayang pada keluarga, dia salah satu anak yang membantu biaya sekolah adik-adiknya “ ujar sang ibu Nonni, kepada wartawan, Kamis (27/02/20).

Menurut Nonni, sepekan sebelum kejadian, dirinya sempat merasa risau, lantaran Yus Yunus tidak pernah memberi kabar melalaui sambungan telepon, padahal biasanya Yus Yunus rajin menjalin komunikasi dengan keluarganya, “ Dia selalu nelpon, hanya saja beberapa hari ini dia tidak pernah nelpon, saya selalu bertanya kenapa ini anakku tidak pernah nelpon, ternyata akan ada musibah yang menimpanya “ ungkap Nonni lirih.

Diakui Nonni, kepergian Yus Yunus merantau ke Papua, dimulai pada tahun 2014, mengikuti jejak saudaranya, yang telah lebih dahulu merantau ke Bumi Cendrawasih tersebut, untuk mencari nafkah. Di rantau, Yus Yunus bertemu sang pujaan hati Mila Rahmawati (21 Tahun), wanita yang telah menjadi pendamping hidupnya, “ Ketemu istrinya di Papua terus pulang menikah, sudah menikah dia kembali lagi ke Papua sama-sama istrinya “ kenang Nonni sambil menyeka air matanya.

Peristiwa menimpa Yus Yunus, menjadi bukti makin seringnya terjadi aksi main hakim sendiri dilakukan warga di Negeri ini. Rasa kemanusiaan seketika hilang, dipicu amarah yang belum jelas kebenarannya. Jika nyawa binatang lebih berharga dari nyawa manusia dengan alasan adat, lantas untuk apa hukum di negeri ini...?

Lagi-lagi, nyali dan taji para penegak hukum diuji, untuk menegakkan keadilan, tanpa memandang Suku, Ras maupun Golongan. Indonesia adalah negeri yang bersahaja, memegang teguh rasa persaudaraan dari sabang sampai merauke. Jangan rusak persaudaran ini hanya karena ulah sekelompok orang. (Thaya)

Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman