Tanggul Saluran Pembuang Jebol di Lampoko Polman, Sawah Terendam 50 Hektar
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 25 Februari 2026 19:10 WITA
615 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Tingginya curah hujan menyebabkan tanggul saluran pembuang jebol di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Akibatnya, areal persawahan warga lebih kurang seluas 50 hektar terendam banjir.
Jebolnya tanggul yang melewati areal pesawahan warga itu terjadi di Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian, Rabu dini hari (25/02). Diperkirakan, ukuran tanggul yang jebol sepanjang 3 meter dan lebar 4 meter.
"Betul ada tanggul jebol dengan dimensi panjang 3 meter dan lebar 4 meter," kata ketua P3A, Syarifuddin dalam keterangannya, Rabu (25/02/2026).
Menurut Syarifuddin, jebolnya tanggul juga mengakibatkan pintu air yang dibuat secara swadaya oleh warga hanyut terbawa banjir.
"Di titik tersebut ada sebuah pintu air semi permanen yang dibuat secara swadaya oleh kelompok tani tersebut. Berupa bangunan kayu berlantaikan semen, inilah titik jebol tersebut," tuturnya.
Syarifuddin berharap pihak terkait segera melakukan upaya untuk memperbaiki tanggul tersebut, termasuk membangun pintu air yang lebih kuat.
"Semoga tanggulnya bisa segera Di normalisasi dan mereka berharap bisa dibuatkan pintu air," ungkapnya.
Sementara Ketua Unit Pengelola Irigasi (UPI) Daerah Irigasi Maloso, Fadly Ardiansyah memperkirakan, jebolnya tanggul akibat tingginya tekanan air setelah hujan deras mengguyur daerah ini sejak beberapa hari terakhir.
"Menurut pengamatan saya dilapangan, besar kemungkinan kedua sisi bangunan tanggul tersebut jebol lantaran tekanan air yang berlebih akibat intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir," tuturnya.
Diakui Fadhly, kondisi diperparah dengan keberadaan tanaman enceng gondok di dalam saluran pembuang yang menyebabkan penyumbatan sehingga air tidak mengalir dengan lancar.
"Dan memang di bagian hilir ada beberapa titik tumpukan tanaman enceng gondok yang menjadi sumbatan air," imbuhnya.
Dia menyebut sebagian sawah warga yang terendam banjir sudah panen. Bahkan tidak sedikit yang baru saja ditanami.
"Dampak dari jebolnya tanggul tersebut ada sekitaran 50 Hektar sawah yang tergenangi. Sebagian besar sudah panen, namun masih ada yang baru tanam dan kurang lebih 30 persen siap panen terendam," tandas Fadhly.
Untuk penanganan lebih lanjut, Fadhly mengaku akan mengkoordinasikan masalah ini ke PPK OP SDA II dan Ka.Satker OP SDA, BWS Sulawesi V di Mamuju.
"Diharapkan ada penanganan secepat mungkin untuk perbaikan tanggul dan normalisasi saluran dalam waktu dekat," pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.