PACEKO.COM, SULBAR,- Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi meminta agar penyaluran sembako kemanusiaan Covid-19 yang dilakukan Pemprov Sulbar, diawasi bersama agar tetap sasaran.
" Saya mengharapkan Pemerintah Provinsi untuk berkoordinasi lagi terkait bantuan sosial yang berjumlah 200 sembako per Desa dan Kelurahan yang sekiranya bantuan tersebut masih kurang, agar tidak menimbulkan tumpang tindih pada bantuan ini," kata Suraidah Suhardi pada acara Launching Program Desa Marasa 2020 melaui video Conference, Selasa (21/04/20).
Program MARASA 2020, akan diarahkan kepada 190 desa Lokasi Khusus (Lokus) dan setiap lokus akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 200 juta.
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan, program MARASA merupakan salah satu strategi untuk mengubah status desa sangat tertinggal atau tertinggal, menjadi desa berkembang atau bahkan maju dan mandiri.
" Program ini diharapkan tetap dapat berjalan sesuai rencana, agar bisa memberikan perubahan kepada peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat dan perkembangan potensi desa “ ujar Ali Baal.
Selain itu, Ali Baal menyatakan, adanya pandemi Covid-19 saat ini, program tersebut juga bahkan dapat diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam penanganan covid-19, “ Saya juga memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung program MARASA, baik pimpinan DPRD Sulbar, para bupati se-Sulbar, para camat, kepala desa dan khusus para tenaga pendamping desa “ pungkasnya.(ADVETORIAL)