Selesaikan Persoalan Sampah, Pemkab Polman Ngaku Telah Siapkan lokasi TPA Baru
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 29 Maret 2022 20:30 WITA
493 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengaku telah menyiapkan lokasi TPA baru, untuk mengatasi persoalan sampah di daerah ini yang terus menuai sorotan. Diakui, pemanfaatan lokasi tersebut masih menunggu izin karena berada di kawasan produksi terbatas.
“Pemerintah daerah sudah senantiasa mencari titik-titik yang bisa kita jadikan tempat TPA. Kemarin kita sudah rapat, kita sudah tetapkan lokasi TPA baru,”kata Asisten II Pemkab Polman, Sukirman Saleh saat menemui massa aksi unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Wonomulyo, di depan pintu masuk kantor Bupati Polewali Mandar, Selasa siang (29/03/2022).
Sukirman menyebut, lokasi baru tersebut berada di Desa Sattoko, Kecamatan Mapilli. Lokasi baru belum bisa difungsikan, karena masih menunggu proses perizinan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulbar. Apalagi, lokasi yang dimaksud berada di kawasan produksi terbatas.
“Kenapa sampai hari ini tempat itu belum kita gunakan, sesuai dengan ketentuan perundangan yang ada, TPA itu bisa digunakan setelah melalui beberapa proses, apalagi disana titik koordinatnya di sana itu, tempatnya itu terdapat di kawasan produksi terbatas, menurut ketentuan tidak bisa langsung digunakan harus mendapatkan ijin dari dinas kehutanan provinsi,”ujarnya.
Meski begitu, Sukirman optimis proses perizinan pemanfaatan lokasi yang ditunjuk sebagai TPA baru, segera tuntas dalam waktu dekat.
“Sambil menunggu permohonan ijin itu, Insya Allah kalau kelengkapan permohonan ijin ini kita perkirakan enam April sudah rampung, sehingga setelah itu kami akan masukkan ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi untuk diproses uji UKL-UPL,”pungkas Sukirman meyakinkan.
Polemik persoalan sampah di daerah ini mulai timbul sejak akses jalan menuju TPA di Desa Paku, Kecamatan Binuang, ditutup warga setempat. Keberadaan TPA tersebut dianggap menimbulkan sejumlah masalah sosial.
Kendati pemerintah setempat telah berulang kali menentukan lokasi baru untuk mengatasi persoalan sampah di daerah ini, namun selalu menuai penolakan warga setempat.
Akibatnya, tumpukan sampah menjadi persoalan yang sulit teratasi karena ketiadaan tempat pembuangan. Hingga akhirnya, halaman kantor Camat Wonomulyo dijadikan tempat dadakan untuk membuang sampah. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.