Sekprov Sulbar Harap Pengelola Homestay Miliki Ilmu Pariwisata
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 11 Februari 2023 13:19 WITA
278 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Sekprov Sulbar Muhammad Idris meminta pendiri homestay memiliki pengetahuan mengenai kepariwisataan. Keberadaan homestay yang memiliki standar kepariwisataan diakui dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang akan berkunjung.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Idris saat menggelar rapat koordinasi terkait bantuan pembangunan sarana hunian pariwisata di rujab Sekprov Sulbar, Selasa (07/02) lalu.
Rapat tersebut dihadiri Kadis Pariwisata Sulbar Darmawati, Kadis Perkim Sulbar Saharuddin, Kadis Pariwisata Majene Rustam, Kadis Pariwisata Mamuju Ariadhy Ihsan, Perwakilan Dinas Pariwisata Mamasa dan undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, Idris juga memberi masukan untuk Kabupaten Mamasa, untuk menciptakan daya tarik agar wisatawan berkunjung ke daerah tersebut.
"Kita jadikan icon kopi di Mamasa dan dibuatkan museum kopi serta dipamerkan semua jenis kopi di dunia,"kata Idris dalam keterangannya yang diterima wartawan.
Melalui kesempatan itu, Idris juga memberi masukan untuk Kabupaten Mamuju yang terkenal dengan keindahan panorama alam bawah lautnya di Pulau Karampuang, serta Kabupaten Majene yang memiliki Pantai Dato dengan pasir putihnya.
"Masing-masing daerah membuat model homestay tersendiri, membuat planing untuk homestay dengan dukungan air bersih,"imbaunya
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Sulbar Darmawati menyampaikan kendala - kendala yang dialami tiga kabupaten yaitu Majene, Mamuju, Mamasa. Menurutnya, tiga kabupaten tersebut terkendala tempat menginap para wisatawan yang berkunjung.
"Di Mamasa juga masih kekurangan akses ke tempat wisata. Sedangkan di Majene, dengan tingginya ombak bulan lalu, dermaga di tempat wisata Pantai Dato mengalami kerusakan hingga 40 persen,"ungkap Darmawati. (rls/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.