Sejumlah Pengrajin Bumbu Kacang di Polman Stop Produksi imbas Harga Kacang Tanah Melambung
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 12 Januari 2026 17:23 WITA
190 tayangan
1 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Harga kacang tanah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) alami lonjakan hingga menembus Rp 45 ribu perkilogram. Imbasnya, sejumlah pengrajin bumbu kacang terpaksa berhenti produksi lantaran enggan merugi.
Kenaikan harga kacang tanah terpantau terjadi di Pasar Marasa, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Senin siang (12/01). Kacang tanah yang sebelumnya dijual seharga Rp 30 ribu perkilogram naik menjadi Rp 45 ribu rupiah perkilogram.
“Pedagang (bumbu kacang) sudah banyak yang istirahat karena kacang mahal,” ujar salah satu pengrajin bumbu kacang, Marni kepada wartawan, Senin (12/01/2026).
Menurut Marni, kenaikan harga kacang tanah ini telah berlangsung sebelum pergantian tahun 2025. Dia mengaku memilih menaikkan harga bumbu kacang buatannya agar dapat bertahan.
“Kenaikan harga belum cukup sebulan, sebelum tahun baru. Kalau saya terpaksa naikkan harga bumbu kacang, sekarang dijual 120 ribu rupiah perkilo, dulunya hanya 80 ribu rupiah perkilo,” ungkapnya.
Sementara salah satu pedagang, Muliati mengatakan kenaikan harga kacang disebabkan kurangnya pasokan dari petani.
“Naik sekali harga kacang, baru terjadi seperti ini. Mungkin karena pasokan dari petani berkurang,” ujarnya.
Dia menyebut, kenaikan harga ini sangat dikeluhkan warga. Meski begitu, dia mengaku jika kenaikan harga ini tidak berpengaruh pada omset yang diperoleh.
“(Omset terpengaruh) tidak, karena meskipun warga mengeluh mereka tetap beli (kacang tanah) karena kebutuhan,” pungkas Muliati meyakinkan. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.