Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Sat Lantas Polres Polman Bantu Keluarga Difabel Korban Angin Kencang

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 6 November 2020 15:32 WITA 613 tayangan 2 menit baca
Sat Lantas Polres Polman Bantu Keluarga Difabel Korban Angin Kencang
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAPILLI,- Jajaran kepolisian Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar, memberikan bantuan kepada keluarga difabel kakak beradik, masing-masing bernama Malla (51 Tahun), Gode (48 Tahun) dan Ombeng (31 Tahun), yang rumahnya hancur akibat terjangan angin kencang. Peristiwa yang terjadi di Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, Rabu sore (04/11), mengakibatkan keluarga difabel ini terpaksa mengungsi ke rumah tetangga, lantaran rumah peninggalan kedua orang tua yang telah lama meninggal, dalam kondisi rusak parah. Hampir semua atap rumahnya terlepas sejauh puluhan meter, akibat tiupan angin kencang. Kasat Lantas Polres Polewali Mandar AKP Adriyan Fredrick Kopong mengatakan, bantuan diberikan sebagai wujud komitmen untuk meringankan beban warga di daerah ini, “ Melalui program sepeda (seribu per hari dapat pahala), seluruh personil polres polman menyumbangkan uangnya minimal seribu rupiah per hari, dikumpulkan dalam kotak amal yang telah disediakan “, kata Adriyan kepada wartawan, Jumat (06/11/2020). Uang yang terkumpul, setiap bulannya disumbangkan kepada warga yang membutuhkan, “ Sumbangan yang diberikan dalam bentuk sembako dan uang tunai, kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan “, tandas Adryan. Dalam kunjungannya, Adriyan bersama anggotanya, berupaya menyemangati keluarga difabel, agar tabah menghadapi cobaan dan selalu berdoa kepada Tuhan YME. Kunjungan ini juga dimanfaatkan Adriyan, untuk mensosialisasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan, serta membagikan masker gratis kepada warga, untuk mencegah penyebaran virus corona. Sekedar untuk diketahui, Malla (51 Tahun), Gode (48 Tahun) dan Ombeng (31 Tahun), menderita cacat sejak dilahirkan. Malla dan Gode alami kebutaan pada kedua matanya, sedangkan Ombeng menderita tuna rungu. Untuk menyambung hidup, ketiga kakak beradik ini bekerja serabutan, salah satunya sebagai buruh pengupas buah kelapa, dengan upah sekira 100 rupiah per buah. (Thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman