Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Sasar Remaja, YAMANDO-BEM AKPER YPPP Gelar Screaning Perilaku dan Seminar Bullying

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 29 Oktober 2021 08:33 WITA 387 tayangan 2 menit baca
Sasar Remaja, YAMANDO-BEM AKPER YPPP Gelar Screaning Perilaku dan Seminar Bullying
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
WONOMULYO,- Yayasan Mandar Indonesia (Yamando) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akademi Keperawatan YPPP Wonomulyo, menggelar screaning perilaku dan seminar bullying, menyasar para remaja usia sekolah menengah atas. Kegiatan dirangkaian peringatan hari kesehatan jiwa sedunia yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dua hari, 28-29 Oktober 2021, di Aula SMK YPPP Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. “ Sesuai dengan tema hari kesehatan jiwa sedunia yakni ‘Kesetaraan dalam Kesehatan Jiwa untuk Semua’, maka panitia melaksanakan pengabdian masyarakat di sekolah dengan program deteksi dini masalah perilaku dan emosi remaja, serta kegiatan seminar dengan tajuk " Generasi millenial Melawan Bullying’,” ungkap Direktur Yamando, Fredy Akbar K, melalui rilis yang diterima wartawan, Jumat pagi (29/10/2021). Fredy menyebut, masa remaja merupakan masa kritis dalam siklus perkembangan seseorang. Menurutnya, di masa ini banyak terjadi perubahan dalam diri seseorang sebagai persiapan memasuki masa dewasa. “ Remaja tidak dapat dikatakan lagi sebagai anak kecil, namun ia juga belum dapat dikatakan sebagai orang dewasa. Hal ini terjadi oleh karena di masa ini penuh dengan gejolak perubahan baik perubahan biologik, psikologik, maupun perubahan sosial, “ tutur pria berkacamata ini. Selanjutnya kata dia, dalam keadaan serba tanggung itu, seringkali memicu terjadinya konflik antara remaja dengan dirinya sendiri (konflik internal), maupun konflik lingkungan sekitarnya (konflik eksternal). “ Apabila konflik ini tidak diselesaikan dengan baik, maka akan memberikan dampak negatif terhadap perkembangan remaja tersebut di masa mendatang, terutama terhadap pematangan karakternya dan tidak jarang memicu terjadinya gangguan mental, “ tandas Fredy. Menurut Fredy, untuk mencegah terjadinya dampak negatif tersebut, perlu dilakukan pengenalan awal (deteksi dini) perubahan yang terjadi dan karateristik remaja dengan mengidentifikasi beberapa faktor risiko dan faktor protektif. “ Sehingga, remaja dapat melalui periode ini dengan optimal serta mampu menjadi individu dewasa yang matang baik fisik maupun psikisnya, “ pungkasnya. Untuk itu, Fredy berkomitmen terus bergerak secara dinamis, sebagai upaya menyehatkan masyarakat, dengan konsep bekerja bersama secara kolaborasi. (Rls/Thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman