Sampah Berserakan di Mamasa Imbas Petugas Kebersihan Mogok Karena Gaji 4 Bulan Belum Dibayar
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 8 Oktober 2024 10:48 WITA
682 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Puluhan petugas kebersihan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, melakukan aksi mogok kerja karena sudah 4 bulan gaji mereka belum dibayar. Akibatnya, tumpukan sampah kini berserakan pada sejumlah tempat di daerah ini hingga membuat warga resah.
“Baru empat hari (mogok), penyebabnya gaji mereka belum terbayarkan, dari bulan 6 (juni) sampai sekarang. Sudah jalan empat bulan,” kata Kepala DLHK Mamasa, Welem saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (08/10/2024).
Menurut Welem, petugas kebersihan yang melakukan aksi mogok berjumlah sekira 60 orang. Mereka berstatus sebagai tenaga kontrak.
“Sekitar 60 orang (petugas kebersihan), status tenaga kontrak,” ungkapnya.
Dia mengaku telah berulang kali mengajukan permintaan pembayaran honor petugas kebersihan ke bagian keuangan pemerintah daerah setempat. Namun pembayaran gaji belum terealisasi karena pemerintah setempat tidak punya uang.
“Memang mungkin tidak punya uang. Kita juga mintakan terus, tapi alasannya bagian keuangan tidak ada uang,” beber Welem.
Welem juga mengakui jika tumpukan sampah itu tersebar pada sejumlah titik di pusat kota Mamasa dan mengganggu aktivitas warga.
“Sampah sudah mulai menggunung, sudah menumpuk, beberapa tempat sudah menumpuk, masuk di badan jalan,” terangnya.
Welem menyebut gaji petugas sampah di daerah ini sebesar Rp 1.750.000 per orang. Jika ditotalkan, gaji seluruh petugas sampah DLHK Mamasa yang belum terbayar selama 4 bulan sebanyak Rp 420 juta.
“Gaji mereka tiap orang 1.750.000 perbulan. 420.000.000 selama 4 bulan,” jelas Welem.
Sementara salah satu warga bernama Elis mengaku sangat mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah tersebut. Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah itu juga menimbulkan bau busuk menyengat sehingga mengundang lalat berdatangan.
“Sangat mengganggu terutama kami yang tinggal di tempat ini. Terganggu dengan sampah yang sangat berbau juga banyak lalat,” pungkasnya.
Dalam potongan video yang dilihat wartawan, Selasa (08/10), tumpukan sampah tersebut terlihat berserakan di dalam kota Mamasa. Selain di sekitar pasar, sampah juga memenuhi bak pembuangan di depan SDN 001 dan 002 Mamasa.
Sampah yang sudah beberapa hari tidak tertangani itu kini meluber ke badan jalan hingga mengganggu aktifitas warga. (fr/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.