Resmi Dikukuhkan Forum Anak Sulbar Periode 2026-2028
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 5 Juni 2026 21:07 WITA
186 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan pertemuan lintas sektor dalam rangka mencegah kekerasan dan perkawinan anak. Dirangkaikan dengan Pengukuhan Forum Anak Sulbar Masa Bakti 2026-2028.
"Hari ini kita melaksanakan koordinasi lintas sektor untuk penanganan kekerasan anak. Di samping itu, kita juga mengukuhkan Forum Anak Sulawesi Barat,” kata Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana dalam keterangannya, Jumat (05/06/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Sulbar itu berlangsung di Mamuju, Jumat (05/06). Dihadiri sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki peran dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Junda menegaskan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam penanganan berbagai persoalan yang dihadapi anak, termasuk kekerasan dan perkawinan anak.
“Penanganan tindak kekerasan terhadap anak sangat membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena anak adalah aset bangsa dan aset daerah yang harus kita jaga tumbuh kembangnya," ujarnya.
Menurut Junda, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai apabila generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan inovatif. Karena itu, Junda menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat hingga satuan pendidikan.
"Di rumah, orang tua harus membangun komunikasi yang terbuka dengan anak dan menghindari segala bentuk kekerasan, di lingkungan masyarakat, perlu ada jaminan keamanan agar anak terhindar dari berbagai persoalan sosial. Begitu juga di sekolah, anak-anak harus mendapatkan ruang yang aman dan bebas dari diskriminasi," bebernya.
Junda juga menyoroti pentingnya peran tenaga pendidik sebagai pengayom dan pembimbing bagi anak. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh peserta didik untuk berkembang.
"Guru harus menjadi pengayom, bukan pelaku kekerasan. Pendidikan harus melahirkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Junda juga menyampaikan harapan besar kepada Forum Anak Sulbar yang baru dikukuhkan agar mampu menjadi pelopor dan penggerak bagi anak-anak lainnya untuk terus berkreasi, berinovasi, serta aktif menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi anak. Selain itu, Forum Anak diharapkan dapat menjadi wadah partisipasi anak dalam pembangunan daerah.
"Kita ingin anak-anak tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek pembangunan. Mereka harus dilibatkan dalam proses perencanaan dan penyusunan program yang berkaitan dengan kebutuhan mereka sendiri," ucapnya.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan peran aktif Forum Anak, Pemprov Sulbar berharap upaya perlindungan anak dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu menciptakan generasi yang unggul, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(Rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
