Foto : Seru balapan motor taksi di Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.[/caption]
Tak hanya itu, kondisi lintasan yang berdebu juga menambah tantangan. Debu yang beterbangan membuat jarak pandang pembalap menjadi terbatas, sehingga rawan terjatuh dan saling bertabrakan jika kurang konsentrasi saat memacu motor.
Meski begitu, kondisi tersebut membuat suasana perlombaan semakin seru. Ribuan warga tampak antusias memadati sekitar lintasan untuk menyaksikan aksi para pembalap sekaligus memberikan dukungan kepada jagoan mereka.
"Balapan ini diikuti ratusan peserta dari sejumlah daerah, termasuk Polewali," ungkap Nurdin.
Menurut Nurdin, pemanfaatan areal persawahan sebagai lokasi perlombaan tidak terlepas dari momentum pesta panen yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
"Kita kebetulan pesta panen, jadi kita mengambil kesempatan untuk melaksanakan balap taksi di sawah," ujarnya.
Nurdin berharap balap motor 'taksi' tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan di Desa Sidorejo. Kegiatan balap taksi ini juga diharapkan dapat memperkenalkan potensi Desa Sidorejo kepada masyarakat luas.
"Rencananya kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan. Sekaligus menjadi ajang promosi untuk mengangkat potensi Desa Sidorejo," pungkasnya. (thaya) Ratusan Pembalap Adu Nyali di Balap Motor 'Taksi' Sidorejo Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 7 September 2026 05:09 WITA
147 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Warga Desa Sidorejo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), menggelar balap motor pengangkut gabah yang dikenal dengan sebutan 'taksi'. Kegiatan tersebut digelar sebagai hiburan bagi warga sekaligus menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara petani dan pengemudi taksi dari berbagai daerah.
"Kegiatan tersebut menjadi hiburan bagi warga sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara petani dan pengemudi taksi dari berbagai daerah," kata Kepala Desa Sidorejo, Nurdin kepada wartawan, Minggu (06/09/2026).
Balap motor tersebut berlangsung di areal persawahan warga Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo. Kegiatan digelar selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, (04-06/09).
Ratusan pembalap dari berbagai daerah turut ambil bagian memeriahkan perlombaan tersebut. Apalagi, salah satu kelas yang diperlombakan mewajibkan peserta membawa sekarung sekam gabah saat melalui lintasan.
Muatan sekam gabah tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap. Sebab, keberadaan beban tambahan membuat motor menjadi lebih berat, sehingga pembalap membutuhkan keterampilan ekstra untuk menjaga keseimbangan dan mengendalikan kendaraan agar tidak terjatuh di lintasan.
[caption id="" align="alignnone" width="900"]
Foto : Seru balapan motor taksi di Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.[/caption]
Tak hanya itu, kondisi lintasan yang berdebu juga menambah tantangan. Debu yang beterbangan membuat jarak pandang pembalap menjadi terbatas, sehingga rawan terjatuh dan saling bertabrakan jika kurang konsentrasi saat memacu motor.
Meski begitu, kondisi tersebut membuat suasana perlombaan semakin seru. Ribuan warga tampak antusias memadati sekitar lintasan untuk menyaksikan aksi para pembalap sekaligus memberikan dukungan kepada jagoan mereka.
"Balapan ini diikuti ratusan peserta dari sejumlah daerah, termasuk Polewali," ungkap Nurdin.
Menurut Nurdin, pemanfaatan areal persawahan sebagai lokasi perlombaan tidak terlepas dari momentum pesta panen yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
"Kita kebetulan pesta panen, jadi kita mengambil kesempatan untuk melaksanakan balap taksi di sawah," ujarnya.
Nurdin berharap balap motor 'taksi' tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan di Desa Sidorejo. Kegiatan balap taksi ini juga diharapkan dapat memperkenalkan potensi Desa Sidorejo kepada masyarakat luas.
"Rencananya kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan. Sekaligus menjadi ajang promosi untuk mengangkat potensi Desa Sidorejo," pungkasnya. (thaya)
Foto : Seru balapan motor taksi di Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman.[/caption]
Tak hanya itu, kondisi lintasan yang berdebu juga menambah tantangan. Debu yang beterbangan membuat jarak pandang pembalap menjadi terbatas, sehingga rawan terjatuh dan saling bertabrakan jika kurang konsentrasi saat memacu motor.
Meski begitu, kondisi tersebut membuat suasana perlombaan semakin seru. Ribuan warga tampak antusias memadati sekitar lintasan untuk menyaksikan aksi para pembalap sekaligus memberikan dukungan kepada jagoan mereka.
"Balapan ini diikuti ratusan peserta dari sejumlah daerah, termasuk Polewali," ungkap Nurdin.
Menurut Nurdin, pemanfaatan areal persawahan sebagai lokasi perlombaan tidak terlepas dari momentum pesta panen yang tengah berlangsung di wilayah tersebut.
"Kita kebetulan pesta panen, jadi kita mengambil kesempatan untuk melaksanakan balap taksi di sawah," ujarnya.
Nurdin berharap balap motor 'taksi' tersebut dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan di Desa Sidorejo. Kegiatan balap taksi ini juga diharapkan dapat memperkenalkan potensi Desa Sidorejo kepada masyarakat luas.
"Rencananya kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan. Sekaligus menjadi ajang promosi untuk mengangkat potensi Desa Sidorejo," pungkasnya. (thaya) admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
