Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Pj Bahtiar Cek Kesiapan Pelabuhan di Mamuju Untuk Layani Pengiriman Pangan ke IKN

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 21 September 2024 20:37 WITA 225 tayangan 2 menit baca
Pj Bahtiar Cek Kesiapan Pelabuhan di Mamuju Untuk Layani Pengiriman Pangan ke IKN
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pemerintahan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMUJU,- Pj  Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke kantor Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Mamuju. Tujuannya, untuk memastikan kesiapan Pelabuhan Fery Mamuju, Sulbar, ini dalam mengangkut komoditi dan penumpang dari Mamuju ke Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan sebaliknya. Serta kesiapan pelabuhan melayani pedagang dan pengusaha dalam melakukan pengiriman bahan pangan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Balikpapan. "Saya bersama kawan-kawan Pemprov menyempatkan waktu untuk berkunjung, silaturahmi ke kantor ASDP Mamuju yang merupakan wilayah kerja ASDP Balikpapan. Hari ini juga kami menyempatkan waktu untuk tanam pohon sukun, biar tempatnya rindang," kata Bahtiar dalam keterangannya. Kunjungan tersebut berlangsung, Selasa (20/08/2024). Bahtiar sempat menyaksikan deretan mobil pengangkut pisang kepo dan kelapa yang akan dikirim ke Kalimantan Timur. Selain melakukan peninjauan, Bahatiar juga melakukan penanaman pohon sukun di lokasi Pelabuhan Fery Mamuju. Bertujuan untuk penghijauan demi menurunkan emisi karbon. Apalagi, kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri itu, dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-79, Pemprov Sulbar merayakannya dengan mengusung tema ‘Merayakan Kemerdekaan Dengan Menyelamatkan Lingkungan’. "Kita dalam rangkaian merayakan HUT kemerdekaan kita buat tema besarnya itu merayakan kemerdekaan dengan menyelamatkan lingkungan , karena ini tantangan kita yang besar. Cuman, kita tanam pohon-pohon yang punya nilai ekonomi," jelasnya. Menurut Bahtiar Baharuddin, pohon yang tidak memiliki nilai ekonomi tidak akan bertahan lama. Dirinya meyakini, dalam jangka waktu kurang lebih 20 tahun ke depan, pohon yang tidak memiliki nilai ekonomi akan hilang. "Kalau sekadar tanam pohon tidak ada nilai ekonominya, nanti 20 tahun ditebang lagi, jadi hilang lagi itu. Tapi kalau ada nilai ekonominya, apapun mau pohon aren, mau pohon mangga, mau pohon manggis, mau pohon sukun, itu pasti masyarakat akan jaga, ketimbang sekadar hijau saja. Jadi, tidak lagi kita hanya sekadar hijau, tapi tanam yang punya nilai ekonomi. Jadi, dapat nilai ekonominya, sekaligus menurunkan emisi karbon," pungkas Bahtiar. (rls)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman