BINUANG,- Malang nasib Nenek Sitti (65 Tahun), warga Desa Mammi, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.
Sudah hampir sebulan, nenek malang ini harus bertahan hidup dalam gubuk berukuran 2 x 3 meter yang nyaris ambruk, dengan kondisi sangat memprihatinkan. Seorang diri tanpa anak maupun suami,
Gubuk yang berdiri di atas lahan milik warga ini, merupakan pemberian warga yang prihatin melihat kondisi Sitti.
“ Awalnya saya tinggal bersama saudara, tidak jauh dari sini, kemarin ada warga yang kasihan, dia pinjamkan gardu bekas tempatnya berjualan untuk saya manfaatkan sebagai rumah tinggal “ ujar Sitti kepada wartawan, Selasa (05/05/20).

Nenek Sitti (65 Tahun), warga Desa Mammi, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, hanya makan nasi dan garam dalam gubuk reot miliknya.
Sehari-hari Sitti bekerja serabutan. Saat musim panen padi tiba, dirinya kerap berkeliling kampung mencari areal persawahan yang dipanen, untuk mengumpulkan sisa-sisa padi yang berserakan. Diakui, padi tersebut akan dibawa pulang ke rumahnya untuk dijemur dan dijadikan beras.
Namun sejak musim panen usai, diperparah dengan mewabahnya virus corona, membuat Sitti kebingungan dan memaksanya untuk mengencangkan ikat pinggang, demi bertahan hidup.
Nyaris tidak ada yang dapat Sitti lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih sejak pemerintah mengeluarkan imbauan agar warga mengurangi aktifitas di luar rumah, demi memutus rantai penularan corona.
“ Sekarang saya tidak bisa berbuat apa-apa, untuk makan sehari-hari, saya mengandalkan belas kasih warga sekitar “ ungkap Sitti lirih.
Sitti mengaku pernah mendapat bantuan dari pemerintah, namun sejak dokumen kependudukan miliknya musnah terbakar, bantuan yang diperolehnya juga ikut musnah.
“ Dulu pernah dapat bantuan dari pemerintah, sekarang sudah tidak lagi, pernah saya tanyakan sama pak RT, jawabnya nama saya sudah tidak ada dalam data pusat “ katanya sambil mengusap dada.
Saat dikunjungi, Sitti terlihat sedang memasak sisa beras yang dimilikinya. Beras tersebut harus dimasak sesedikit mungkin, agar besok dapurnya bisa kembali mengepul. Lantaran tidak ada uang untuk membeli lauk, Sitti terpaksa memanfaatkan air sisa memasak nasi sebagai sayur serta sedikit garam untuk memberi rasa.
Sitti berharap mendapat sedikit perhatian dari pemerintah, untuk meringankan beban hidup yang dijalaninya, apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. (Thaya)