Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Perjuangan Pengantin Baru di Polman, Seberangi Sungai Arus Deras-Jalan Kaki Dua Kilometer

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 10 Desember 2021 22:23 WITA 560 tayangan 2 menit baca
Perjuangan Pengantin Baru di Polman, Seberangi Sungai Arus Deras-Jalan Kaki Dua Kilometer
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI,- Lantaran ingin menghemat waktu perjalanan, pasangan pengantin baru di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai berarus deras, menggunakan rakit di bawah guyuran hujan deras. Tidak hanya itu, perjalanan menuju tempat tujuan, dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer, melewati kawasan hutan dengan kondisi jalan yang licin dan becek. Dalam potongan video pendek yang beredar luas, tampak kedua mempelai masih mengenakan pakaian adat, ditemani beberapa sanak keluarga. Mempelai pria sempat terlihat menggendong mempelai wanita, menuju rakit yang mereka tumpangi menyeberangi sungai. Ketika di tengah hutan, kedua mempelai dan rombongan pengiring masih harus melewati anak sungai, yang kedua sisinya dihubungkan menggunakan potongan papan. Diketahui, kedua pengantin baru dalam video tersebut bernama Arham dan Kurnia. Pernikahan keduanya berlangsung pada Rabu (08/12) kemarin. Video direkam paman mempelai pria bernama Kahar. “Itu lagi mau mengantar ke rumah mempelai pria, kalau orang daerah sini bilang mapparola,”ungkap Kahar saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Jumat siang (10/12/2021). Kahar menyebut, mempelai pria berasal dari Desa Peburru, Kecamatan Tutar, sedangkan mempelai wanita dari Desa Daala Timur, Kecamatan Bulo. Kedua desa bertetangga ini, hanya dipisahkan oleh aliran Sungai Maloso. “Sebenarnya ada jalan lain, tapi kami harus memutar jauh dan menghabiskan waktu yang cukup lama. Kalau menyeberangi sungai, bisa hemat waktu,”ungkapnya. Kendati menyeberangi sungai selebar lebih kurang 100 meter ini bukan hal baru bagi warga di daerah ini, kedua mempelai diketahui sempat merasa khawatir, lantaran air sungai mulai meninggi disertai guyuran hujan deras. Menurut Kahar, dirinya sudah berulang kali mengajukan permohonan kepada pemerintah, agar membangun jembatan untuk menghubungkan kedua sisi sungai. Apalagi, sudah pernah ada warga yang jadi korban, lantaran terseret arus ketika menyeberangi sungai ini. “Memang tidak ada jembatan, saya sudah berulang kali bermohon agar dibangunkan jembatan, tapi belum ada realisasi. Padahal sudah pernah ada korban,”pungkasnya. Warga di daerah ini sangat mengharapkan perhatian pemerintah, agar membangun infrastruktur pendukung untuk menyeberangi sungai. Agar kelak, aktifitas mereka dapat berjalan lancar, tanpa dibayangi rasa takut jika air sungai meluap. (Thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman