Kamis, 5 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Perjuangan Emak-emak di Polman, Berburu Air Bersih di Sungai Imbas Kemarau Panjang

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 25 September 2026 18:45 WITA 168 tayangan 2 menit baca
Perjuangan Emak-emak di Polman, Berburu Air Bersih di Sungai Imbas Kemarau Panjang
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Sejumlah emak-emak di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) terpaksa bersusah payah mencari air bersih di sungai untuk dikonsumsi. Sebab, sumur mereka sudah lama mengering imbas kemarau panjang. "Terpaksa ambil air di sungai karena selama kemarau habis airnya sumur," ujar salah satu warga, Faiza kepada wartawan, Kamis (24/09/2026) Perjuangan mendapatkan air bersih itu dilakukan emak-emak asal Dusun Berampa, Desa Katumbangan, Kecamatan Campalagian. Mereka rela menempuh perjalanan sekitar satu kilometer untuk mencapai lokasi pengambilan air di Sungai Maloso. Meski terlihat sederhana, untuk mendapatkan air yang layak konsumsi di sungai tersebut ternyata bukan perkara mudah. Warga terlebih dahulu harus membuat sumur-sumur kecil dengan kedalaman mencapai 30 centimeter di bantaran sungai. Setelah itu, warga harus menunggu hingga air yang keluar benar-benar bersih dan jernih. Secara perlahan, air lalu dimasukkan ke dalam jeriken berukuran lima liter untuk dibawa pulang ke rumah. "Ini untuk diminum saja. Karena sudah tiga bulan sumur di kampung kering," ungkapnya. Menurut Faiza, aktivitas mencari air di Sungai Maloso biasanya dilakukan ketika kondisi air sungai sedang surut. "Nanti surut air sungai baru kita ke kesini. Kita gali sumur-sumur kecil, sampai airnya jernih," tuturnya. Penjelasan serupa disampaikan warga lainnya, Iccing. Dia mengaku harus kembali ke sungai setiap kali persediaan air untuk kebutuhan konsumsi di rumahnya telah habis. "Hampir tiap hari ke sini sejak kemarau. Kalau sudah habis lagi air dalam jeriken untuk diminum, kita ke sini lagi," terangnya. Iccing mengatakan, perjalanan menuju lokasi pengambilan air kerap dilakukan dengan berjalan kaki. Namun, warga juga terkadang menggunakan kendaraan roda tiga secara bersama-sama. "Lumayan jaraknya. Biasa kita jalan kaki atau ramai-ramai pakai roda tiga," ucapnya. Selain mengambil air dari sungai, Iccing mengaku terkadang membeli air galon jika memiliki uang. Dia berharap kemarau segera berakhir sehingga warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya untuk konsumsi. "Biasa juga kita beli galon. Semoga saja cepat berakhir ini kemarau biar tidak susah lagi kita ambil air," pungkasnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman