Peringati Hari Bela Negara, Wagub Sulbar Harap Warga Tetap Junjung Ideologi Pancasila
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 19 Desember 2018 18:58 WITA
608 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Enni Anggraeni, dalam upacara peringatan hari bela negara ke-70 tingkat Sulawesi Barat, yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulbar, pada hari Rabu (19/12/18).
“ sebagai negara besar dengan penduduk terbanyak keempat di dunia, negara maritim dengan ribuan pulau dan bangsa yang bhineka dalam suku, ras dan agama suatu kesyukuran atas kerukunan, kedamaian dan persatuan merupakan bentuk karunia dari tuhan yang maha esa atas sifatnya yang maha penyayang, diharapkan warga selalu menjunjung ideologi pancasila, serta sealu berpegang teguh pada agama, sesuai dengan sila ketuhanan yang maha esa “ kata Enny.
Bertindak sebagai Pembina upacara, Enny mengaku, tantangan yang dihadapi oleh bangsa memang semakin kompleks, teknologi transportasi dan teknologi komunikasi memang mempermudah kehidupan manusia indonesia, tetapi saat yang bersamaan juga memudahkan masuknya pengaruh budaya dan ideologi yang belum tentu sesuai dengan apa yang dimiliki oleh bangsa, interaksi antar bansga dan antar budaya menuntut suatu bangsa membuka diri berdialog dengan bangsa luar dan tentunya harus berpegang teguh pada kepentingan bangsa Indonesia.
Disebutkan, kesadaran bela negara yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa, harus tertanam dalam jiwa dan raga segenap bangsa indonesia sejak dini melalui pendidikan serta aksi nasional bela negara diberbagai bidang, tidak hanya itu, diperlukan cara-cara inovatif serta adaptif dengan perkembangan zaman bagi generasi penerus bangsa demi ruang untuk mengekspresikan kecintaan pada tanah air.
Pada kesempatan tersebut dirangkaikan pengambilan sumpah jabatan kepada para pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Provinsi Sulbar serta penyerahan klaim program BPJS Ketenagakerjaan kepada enam orang ahli waris yaitu, alm. Reskiana Sewang, honorer Biro umum Setda Provinsi Sulbar .
Mendapatkan Santunan jaminan kematian senilai 24 juta rupiah, alm. Yulianus Salea Battu, honorer Dinas Kehutanan Sulbar sebagai polisi hutan, dengan santunan jaminan sebesar 24 juta rupiah, alm. Muhammad Sarif, selaku aparat desa di Desa Tamemonga , jabatan terkahir sebagai Sekretaris Desa diberikan santunan sebesar 24 juta rupiah, alm.
Hamma, seorang aparat desa di Desa Tommo sebagai kepala dusun mendapat santunan 24 juta rupiah, alm. Muchammad Rifat, seorang karyawan PT. Panrita Utama Sejahtera, meninggal dunia saat menjalankan tugas diberikan santunan kecelakaan kerja senilai Rp.125.121.840 dan alm. Paharuddin seorang karyawan Suryaraya lestari II diberikan santunan total 68.437.437 terdiri dari santunan jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan pensiun.
Penyerahan santunan dilakukan oleh Wagub Sulbar, Enny Anggraeni Anwar didampingi Sekprov Sulbar, Muhammad Idris dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulbar, Maddareski Salatin. (Ril/Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
