Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Penjahit Sandal-Sepatu di Wonomulyo Banjir Order Jelang Idul Fitri

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 10 April 2023 09:56 WITA 456 tayangan 2 menit baca
Penjahit Sandal-Sepatu di Wonomulyo Banjir Order Jelang Idul Fitri
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
WONOMULYO,- Sejumlah penjahit sandal dan sepatu di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, tersenyum bahagia menjelang hari raya Idul Fitri. Omset yang mereka dapatkan melonjak, sebab orderan menjahit sandal dan sepatu yang mereka terima meningkat lima kali lipat dari hari biasanya. “Alhamdulillah, setiap mau lebaran pasti meningkat orderan, biasa sampai 25 pasang sandal dan sepatu, kalau hari biasanya paling tinggi dapat tujuh orderan,” kata salah satu penjahit sandal dan sepatu, Aris (52 tahun) kepada wartawan, Minggu (09/04/2023). Sehari-hari Aris menunggu pelanggan di pelataran pasar Induk Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo. Di pasar ini, ada belasan warga yang menekuni profesi sebagai penjahit sandal dan sepatu. Walau usiaya tak lagi muda, Aris tampak sangat piawai memainkan jarum dan benang, untuk memperkuat sol sandal maupun yang rusak. Aris mengaku, orderan menjahit sandal dan sepatu yang mereka terima mulai meningkat dua pekan menjelang hari raya Idul Fitri. Menurutnya, warga sudah beramai-ramai mengunjungi pasar untuk membeli kebutuhan hari raya. “Pokoknya kalau sudah pertengahan puasa itu sudah mulai ramai. Sudah banyak warga yang datang di pasar cari kebutuhan lebaran sambil bawa sandal dan sepatu yang mau diperbaiki,” ungkapnya. Para penjahit sandal dan sepatu di pasar ini biasanya bekerja sejak pagi hingga sore untuk menyelesaikan orderan. Proses pengerjaan setiap pasang sandal dan sepatu yang akan dijahit tidak membutuhkan waktu lama, berkisar sepuluh hingga dua puluh menit, tergantung tingkat kerusakan. “Sebentar sekali saja kita kerjakan (jahit), tergantung kerusakan. Pemilik bisa menunggu, , karena tidak lama,” tutur Aris tersenyum. Hal sama diungkapkan Kamaruddin (52 tahun). Pria yang mengaku telah 20 tahun menekuni profesi sebagai penjahit sandal dan sepatu ini, mengaku omset yang didapatkan meningkat hingga 300 ribu rupiah per hari jelang hari raya Idul Fitri. “Sangat membawa berkah ini hari raya, karena pendapatan meningkat. Kalau hari biasanya maksimal dapat 100 ribu rupiah per hari, sekarang naik, bisa sampai 300 ribu rupiah perhari,” ungkapnya sumringah. Diakui Kamaruddin, biaya jahit sol sepasang sandal atau sepatu sangat murah, antara 15 hingga 30 ribu rupiah, tergantung tingkat kerusakan. Dia mengungkapkan, kerap menerima orderan menjahit sandal dan sepatu yang masih baru alias baru saja dibeli oleh pemiliknya, dengan harapan lebih kuat dan awet dipakai. “Biasanya kalau mau lebaran paling banyak dijahit itu sandal, bahkan ada yang masih baru, baru keluar dari toko. Sengaja langsung dijahit oleh pemiliknya, supaya lebih tahan dipakai,” pungkas Kamaruddin. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman