Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Penanganan Sampah di Wonomulyo Masih Buntu-Banyak Pedagang Berhenti Berjualan

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 7 Mei 2022 11:06 WITA 774 tayangan 2 menit baca
Penanganan Sampah di Wonomulyo Masih Buntu-Banyak Pedagang Berhenti Berjualan
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
WONOMULYO,- Penanganan sampah di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, masih buntu. Tumpukan sampah semakin menggunung dan berserakan di berbagai tempat, termasuk pasar. Banyak pedagang harus gulung tikar, lantaran tidak tahan berjualan di antara tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat. Seperti terlihat di kompleks Pasar Marasa, Kecamatan Wonomulyo, Jumat siang (6/5), sekira pukul 10:00 wita. Tumpukan sampah memenuhi pelataran pasar, yang biasanya dimanfaatkan para pedagang berjualan. Sampah yang menggunung, juga nyaris menutup salah satu akses jalan masuk ke kompleks pasar. “Sudah banyak pedagang yang berhenti berjualan, kurang lebih lima belas orang, mereka tidak tahan dengan bau busuk sampah, tempat berjualan juga sudah dipenuhi sampah,”ungkap salah satu pedagang, Mina kepada wartawan, Jumat (6/5/2022). Menurut Mina, sejak beberapa bulan menumpuk, upaya penanganan sampah di pasar ini baru sekali dilakukan pemerintah setempat bersama dinas terkait. Saat itu, hanya sebahagian sampah yang berhasil disingkirkan dan kini kondisinya bertambah banyak. “Ini sampah sejak bulan dua sudah menumpuk. Sempat diangkut separuh, tapi berhenti, karena kabarnya tidak ada tempat pembuangan, akhirnya bertambah banyak,”tuturnya. Diakui, sampah yang menumpuk di pasar ini, sebagian besar berasal dari rumah tangga. Upaya pedagang menegur warga yang kerap datang membuang sampah rumah tangga di kompleks pasar ini, justru mendapat perlawanan. “Bukan sampah pasar, kebanyakan sampah rumah tangga yang sengaja dibuang ke sini. Kalau kita tegur, mereka justru marah,”terang Mina sambil mengusir lalat yang hinggap di atas barang dagangannya. Pedagang lain, Irawan mengatakan, tumpukan sampah di pasar ini semakin banyak pasca hari lebaran. Sampah rumah tangga yang dibuang di pasar ini diangkut menggunakan motor, bentor (becak motor) hingga mobil. “Sampah semakin banyak sejak habis lebaran. Karena sampah dari rumah orang, diangkut menggunakan motor, mobil dan bentor,”ujarnya. Meski pendapatannya merosot akibat keberadaan tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat, Irawan mengaku tidak dapat berbuat banyak selain bertahan berjualan. “Penjualan sangat terganggu karena bau busuk. Meski berkurang (pendapatan), bertahan saja, kalau kita berhenti nanti mau makan apa,”kata Irawan. Berdasarkan pantauan wartawan, tumpukan sampah tidak hanya terlihat di pasar Marasa Wonomulyo, tetapi juga di sepanjang jalan menuju terminal angkutan darat Wonomulyo, di sisi jalan sekitar Rumah Sakit Umum Daerah Wonomulyo, serta halaman Kantor Camat Wonomulyo, yang sampai saat kerap difungsikan sebagai lokasi penampungan dan memusnahkan sampah dengan cara dibakar. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman