Penampakan Sapi Hulk, Calon Hewan Kurban Presiden Prabowo dari Tinambung Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 25 Mei 2025 09:15 WITA
399 tayangan
4 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Bahagia tengah dirasakan Ahmad (53) warga Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Sebabnya, seekor sapi berjenis simental miliknya dikabarkan akan dibeli Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Diketahui, sapi itu dipersiapkan Presiden untuk warga di Sulawesi Barat dan akan dikurbankan pada perayaan Idul Adha 1446 Hijriah mendatang.
Ahmad mengaku tidak pernah menduga sapi miliknya yang telah dipelihara lebih kurang 4 tahun, akan dipinang orang nomor satu di Indonesia. Terlebih, sehari-hari sapinya hanya diberi pakan biasa. Seperti rumput dan dedaunan serta batang pohon pisang yang telah dicincang.
Meski demikian, sapi milik Ahmad memiliki postur tubuh yang tampak sempurna. Selain berukuran besar hingga bobot tubuhnya mencapai 1.125 kilogram, sapi ini juga gagah dengan kulit bersih yang didominasi warna coklat dan putih.
"Bangga sekali karena pemerintah akan beli saya punya sapi," kata Ahmad kepada wartawan, Jumat (23/05/2025).
Olehnya itu, dia berencana untuk terus mengembangkan sapi berukuran jumbo dengan harapan kembali terpilih sebagai hewan kurban Presiden pada tahun-tahun mendatang. Dia juga mengaku selama ini sempat merasa ragu untuk beternak sapi berukuran jumbo karena karena belum berpengalaman terkait pemasarannya.
"Rencana mau kembangkan lagi, semoga nanti bisa terpilih lagi. Memang selama ini saya merasa sedikit ragu dan khawatir, karena kurang paham pemasarannya," tutur pria 3 anak itu bersemangat.
Ahmad mengungkapkan, kabar jika sapinya hendak dibeli Presiden untuk dijadikan hewan kurban diperoleh dari rekannya. Setelah itu, dia menerima kunjungan dari Tim yang memeriksa kondisi kesehatan dan berat badan sapinya.
"Teman yang sampaikan, setelah itu ada yang datang bawa timbangan untuk ukur beratnya sapi," terangnya.
Terkait harga, Ahmad mengaku menyerahkan kepada rekan yang telah memfasilitasi sehingga sapinya masuk nominasi sebagai hewan kurban Presiden.
Menurut Ahmad, dirinya menjadi susah tidur sejak beredar luas kabar jika sapinya akan dibeli Presiden. Dia mengaku khawatir dan takut terjadi sesuatu dengan sapi itu sebelum dijemput pihak pemerintah untuk dikurbankan.
Apalagi, sampai saat ini dia belum menerima tanda jadi sebagai kesepakatan jika sapinya akan dibeli Presiden.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan, Ahmad terpaksa setiap malam melakukan ronda di dekat kandang sapi Hulk. Bahkan seekor anjing pemburu dilibatkan untuk membantu berjaga di sekitar kandang sapi Hulk.
"Penjagaan saya tingkatkan, tidak nyenyak (tidur) kalau malam, kalau ada motor berhenti di depan rumah saya bangun lagi, takut ada apa-apa. Ada juga anjing saya simpan (dekat kandang) kalau sudah menggonggong saya ke sini lagi periksa," tutur pria tiga anak itu.
Diakui Ahmad, sapi simental miliknya selama ini lebih akrab dipanggil ‘Aji’ karena seluruh bagian kepalanya berwarna putih. Namun sejak diberitakan akan dipinang Presiden Prabowo, banyak warga yang berkunjung dan menjuluki sapi milik Ahmad dengan sebutan Hulk karena ukurannya jauh lebih besar dari sapi pada umumnya.
“Kalau saya panggilnya aji, karena itu kepalanya semua berwarna putih. Nanti ini setelah ramai warga datang lihat akhirnya dijuluki Hulk karena ukurannya besar,” pungkas Ahmad sambil tersenyum.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo memilih 4 ekor sapi dari Kabupaten Polewali Mandar untuk dibagika kepada masyarakat Sulawesi Barat pada perayaan Idul Adha 1446 Hijriah mendatang.
Belakangan, seekor sapi terpilih bernama Turbo milik peternak asal Desa Kebunsari, Kecamatan Wonomulyo, mendadak sakit hingga terpaksa disembelih lebih awal.
Pemerintah setempat lalu berupaya mencari seekor sapi lain untuk menggantikan sapi Turbo. Sapi bernama Hulk terpilih sebagai penggati lantaran diaggap memenuhi persyaratan.
“Kita belum terlalu terbuka (informasi asal usul sapi) kita menjaga-jaga sampai hari H tetap aman, yang jelas sapinya sudah ada, sudah kita usulkan. masih berasal dari wilayah Polman,” kata Kepala Bidang Peternakan Distanpan Polman, Samio kepada wartawan, Senin (19/05).
Samio tidak menyebut besaran harga sapi Hulk karena menurutnya itu dikomunikasikan langsung pemerintah pusat dengan peternak. Dia menyebut data sapi Hulk telah diserahkan ke pemerintah pusat.
Meski demikian, dikabarkan harga jual untuk sapi Hulk disepekati sebesar Rp 125 juta. Sama dengan harga kesepakatan untuk sapi Turbo yang telah disembelih.
“Kami sudah kirim dokumen, foto dan data-data ke Provinsi, nanti diteruskan ke pemerintah pusat. Nanti (pemerintah pusat) kembali komunikasi sama peternak, bukan sama dinas,” pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
