Pemprov Sulbar - BPS Petakan Proses Bisnis Statistik
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 12 Agustus 2026 17:49 WITA
123 tayangan
2 menit baca
MAMUJU,- Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Ridwan Djafar menghadiri Coaching Statistik Melalui Intensive Class (Cosmic) Seri II di Kabupaten Mamuju. Kolaborasi Pemprov dan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui kegiatan tersebut memfokuskan pembahasan pada domain "Proses Bisnis Statistik".
Kegiatan yang dilaksanakan BPS Sulbar berlangsung di Aula BPS Sulbar di Mamuju, Rabu (12/08). Agenda tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen bersama setelah penerbitan Surat Sekretaris Daerah Sulbar perihal pembinaan data sektoral lingkup OPD.
Pembinaan data tersebut merupakan komitmen Gubernur Sulbar Suhardi Duka mendorong kualitas data demi terarahnya program pembangunan daerah. Dalam skema ini, DiskominfoSS berperan aktif sebagai walidata, sedangkan BPS bertindak selaku pembina data di tingkat provinsi.
Ridwan mengharapkan konsistensi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengawal alur data sektoral. Selain itu perlunya mendorong kualitas data sektoral pemprov melalui pemanfaatan teknologi informasi dan sistem pendataan yang terintegrasi, mulai dari desa, kabupaten hingga provinsi.
"Kolaborasi yang kuat antara walidata dan produsen data menjadi kunci utama menghasilkan indikator pembangunan yang presisi," ucap Ridwan dalam keterangannya, Rabu (12/08/2026).
Untuk itu, Ridwan mengimbau setiap perwakilan OPD yang ditunjuk sebagai produsen data dapat mengikuti setiap tahapan Cosmic ini secara berkesinambungan. Dia juga berharap BPS dapat terus memberikan pendampingan, baik dalam proses pengelolaan data sektoral serta pada aspek analisis dan penyajiannya dalam dashboard.
"Penguatan proses bisnis statistik sangat vital agar setiap data yang diproduksi Pemprov Sulbar tidak hanya valid, tetapi juga memenuhi standar nasional yang dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Ridwan menuturkan, pelaksanaan seri kedua ini mewajibkan para peserta dari berbagai instansi—seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan, hingga Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja—membawa dokumen perencanaan serta publikasi data prioritas yang telah ditentukan pada seri pertama. Informasi tersebut langsung diolah menjadi draft Kerangka Acuan Kerja (KAK) kegiatan statistik instansi masing-masing.
Rangkaian pembinaan Cosmic 2026 dirancang mencakup lima pertemuan berturut-turut hingga November mendatang. Usai pendalaman proses bisnis, para peserta dijadwalkan akan melanjutkan pembahasan ke materi Kualitas Data dan Kelembagaan pada pertengahan September, sebelum nantinya memasuki tahap standarisasi metadata dan integrasi Sistem Statistik Nasional. (rls)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
