Pemerintah Bangun Rumah Ganti Gubuk Reyot Lansia di Sumarrang Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 25 Mei 2025 09:25 WITA
256 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Pemerintah akhirnya membangun rumah untuk gantikan gubuk reyot lansia bernama Hadana (62) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Proses pembangunan ditarget tuntas pekan ini.
"Sudah berdiri semua tinggal pintu, kita target selesai minggu ini," kata Kepala Desa Sumarrang, Sudirman kepada wartawan, Sabtu (24/05/2025).
Menurut Sudirman, pembangunan hunian lebih layak untuk Hadana yang tinggal sendiri di kawasan pegunungan Dusun Batusasi, Desa Sumarrang, Kecamatan Campalagian, dimulai sejak Rabu (21/05). Proses pembangunan dilakukan pemerintah desa dibantu Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan juga warga setempat.
"Dibangun sejak hari rabu, kita semua bersama masyarakat yang bangun, Babinsa juga terlibat," tuturnya.
Sudirman menuturkan, rumah yang dibangun untuk Hadana berukuran sekira 3x4 meter. Rumah tersebut dibangun di atas lahan milik Hadana.
Diakui Sudirman, poroses pembangunan untuk Hadana telah direncanakan sejak setahun lalu, namun tidak terlaksana lantaran tidak mendapat restu pihak keluarga.
"Ukurannya 3x4 meter. Dari tahun kemarin kita mau bangunkan tapi kelurganya tidak mau sehingga tidak kita bangunkan," ungkapnya.
Sudirman mengungkapkan, pihak keluarga pernah berjanji akan membawa Hadana pindah dari gubuk reyotnya. Namun setelah setahun berlalu, janji itu tidak terlaksana hingga pemerintah kerap mendapat sorotan.
"Kata keluarganya mau ambil (pindahkan), tapi sudah setahun tidak diambil akhirnya kita (pemerintah) yang jadi sorotan. Mau tidak mau, setuju atau tidak keluarganya, harus dibangun itu rumahnya (Hadana)," terang Sudirman meyakinkan.
Sudirman mengatakan, material yang digunakan membangun rumah untuk Hadana telah ada sejak setahun lalu. Dia memperkirakan pembangunan rumah Hadana menghabiskan biaya sekira Rp 8 juta.
Dia mengatakan, proses pembangunan rumah untuk Hadana berjalan lambat karena terhalang kondisi cuaca.
"Agak lambat, karena selalu hujan kalau sore," pungkas Sudirman.
Diberitakan sebelumnya, perempuan lansia bernama Handa (62) hidup dalam kondisi memperihatinkan di Dusun Batusasi, Desa Sumarrang, Kecamatan Campalagian. Seorang diri Hadana tinggal dalam gubuk reyor berukuran 2x3 meter yang jauh dari pemukiman warga.
"Saya sudah lama tinggal di sini. Sudah puluhan tahun," kata Hadana. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.